KUNINGAN (MASS) – Di tengah hiruk pikuk interaksi manusia, lidah sering kali lebih tajam dari pedang. Kita mudah tertawa saat melihat kekurangan orang lain. Kita cepat memberi gelar buruk, cepat merendahkan, cepat mengolok-olok. Padahal, Allah sudah memperingatkan kita jauh-jauh hari.
Dalam Surat Al-Hujurat ayat 11, Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, karena boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olok wanita lain, karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olokkan lebih baik dari wanita yang mengolok-olok. Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Imam Ibnu Juzay Al-Gharnathi dalam At-Tashil li Ulumit Tanzil menjelaskan: Larangan ini bukan hanya untuk laki-laki, tapi juga perempuan. Bukan hanya untuk satu kelompok, tapi untuk semua. Sebab, siapa yang tahu nilai seseorang di sisi Allah? Bisa jadi orang yang kita anggap hina, justru lebih tinggi derajatnya di langit.
Ayat ini turun karena kebiasaan para sahabat di Madinah yang saling memanggil dengan nama ejekan. Maka Allah turunkan peringatan ini. Karena merendahkan orang lain, sama saja dengan merendahkan diri sendiri. Kita adalah satu tubuh. Jika satu anggota terluka, seluruh tubuh akan merasakan sakit.
Renungan
Berapa kali kita ikut tertawa saat teman diejek? Berapa kali kita memberi julukan buruk pada orang yang berbeda dengan kita? Berapa kali kita lupa, bahwa standar kemuliaan di mata Allah bukan harta, bukan fisik, bukan suku?
Perbedaan adalah sunnatullah. Tapi merendahkan karena perbedaan, adalah pilihan kita. Dan pilihan itu akan dimintai pertanggungjawaban.
Maka sebelum lidah kita bergerak, ingatlah bahwa orang yang kamu olok-olok hari ini, mungkin adalah orang yang paling dicintai Allah esok hari.
Semoga Allah senantiasa membimbing kita kaum muslimin agar mampu menjaga sikap dan perilaku sehingga terhindar dari hal yang tidak kita inginkan. Amin.
Imam Nur Suharno
Pembina Korps Mubaligh Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat