Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Netizen Mass

Jangan Bunuh Mimpimu

KUNINGAN (MASS) – Kelabu, gelap dan gulita. Melihat sekilas kehidupan kita penuh dengan kesusahan dan menderita. Tapi, kamu berhak punya mimpi, jangan kau bunuh mimpimu itu. Pengalaman aku selama aku di Jatinangor, aku melihat banyak sekali seorang pemuda yang penuh dengan harapan, banyak mimpi yang mereka ingin wujudkan. Tapi, terhalang oleh biaya yang tidak mumpuni, dan dia merasa ”Orang seperti ku tidak layak untuk berkuliah“.

Sangat miris dan pilu hati ini melihat pemandangan seperti itu. Pernah sekali aku berbincang dengan seorang pemuda yang mungkin seumuran denganku di dalam bis. Bajunya sangat tidak layak dipakai, tapi sekilas aku melihat buku yang ia baca yaitu “Tak ada yang bisa membunuh mimpi-mimpi mu“.

Sepertinya dia memiliki kemauan besar ingin menggapai mimpinya, walaupun dia melihat kondisi dan keadaan hidupnya yang tidak bisa mendukung mimpinya itu. Aku pun bertanya, “Buku yang bagus, kalau boleh tahu kamu di Nangor, sedang apa?“. Dia menjawab, “Aku sedang menggantikan ibu ku berjualan di gerlam (gerbang lama) Unpad”.

Ya gerlam Unpad itu adalah tempat anak-anak unpad cari makan. Pantas saja, wajahnya tak asing bagiku. Aku baru ingat, dia berjualan es teh manis yang harganya cuman dua ribu rupiah.

Aku bertanya seputar mimpinya itu, dia memiliki mimpi menjadi seorang pengusaha yang bisa membangun sekolah darurat bagi remaja seperti diriya untuk menggapai mimpi. Karena semua orang mampu mewujudkan mimpi-mimpi mereka. Mimpi yang sangat mulia bukan? Aku pun terharu mendengarnya, sampai air mata ini menetes dengan rasa iba.

Bertemulah aku dengan komunitas yang ada di Jatinangor, komunitas yang membantu banyak mimpi terwujudkan. Disana aku melihat mahasiswa-mahasiswa yang relawan untuk memberikan waktu liburnya untuk berbagi ilmu kepada anak-anak didik mereka yang tidak mampu tapi berkeinginan besar untuk menggapai mimpi. Komunitas itu bisa dibilang seperti membangun sekolah darurat bagi mereka yang membutuhkan.

Mereka memberikan arahan yang baik tentang masa depan dengan miliaran mimpi. Bahwa kamu berhak tunjukkin mimpi itu, patut dan layak untuk diterima oleh dunia, dan dunia menganggap bahwa mimpimu itu mimpi yang bukan biasa-biasa aja tapi luar biasa. Seperti halnya hanya seorang penjualan minuman kaleng, bisa saja menjadi pemilik pabrik minuman kaleng, mimpimu itu besar dan perlu ada perjuangan untuk mencetuskan mimpi mu itu, tak ada yang bisa menghalangi jalan karier mu, bahwa yakinlah ada langit diatas langit. Jika mimpi mu yang satu gagal, ada mimpi yang lain untuk kamu taklukan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jangan menganggap hidupmu hampa begitu aja. Jika kamu mau melakukan perubahan besar, in sya allah semua tidak akan Allah ambil, tapi semua yang kamu geluti dengan serius, maka Allah akan menghargai upayamu dengan memberikan dengan mudah apa yang kamu idam-idamkan.

Semoga di Kuningan pun ada ya sekolah darurat untuk membantu pemuda Kuningan dalam meraih impiannya. Mari bersama menggapai impian, tak apa mimpi kita terhalang, tapi kita bahagia melihat mimpi-mimpi sebagian orang yang kita bantu terwujudkan. Tidak sia-sia bukan? Tetap kita syukuri apapun hidup yang Allah beri.

Hanya satu, bagaimana kamu mau berprogres demi masa depanmu untuk bisa lebih baik dan memiliki hidup yang layak seperti mereka yang lebih dulu sukses dibanding kita. Bangkit, buat agenda baru untuk merubah kehidupanmu. Let’s your future in your mind and your progress.***

Isabela Anjani
Mahasiswi Agroteknologi Universitas Padjajaran

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Kita memang tidak bisa mengatur persepsi orang lain tentang kita, tetapi kita bisa menyelaraskan persepsi mereka untuk berfikir bahwa orang lain...

Advertisement