Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Potret Gunung Ciremai. (Foto: @gunungciremai )

Netizen Mass

Investasi Tanpa Batas, Lingkungan Tanpa Perlindungan: Siapa Tanggung Jawab Jika Bencana Datang?

KUNINGAN (MASS) – Bencana bukan asumsi. Ia nyata, terukur, dan memiliki pola yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Setiap perubahan tutupan lahan, setiap alih fungsi kawasan resapan, dan setiap pembangunan tanpa perhitungan daya dukung akan meningkatkan risiko ekologis. Alam tidak pernah tebang pilih dalam mencari korban. Longsor, banjir, krisis air, dan kerusakan ekosistem tidak mengenal kedekatan politik maupun kekuatan modal.

Gunung Ciremai merupakan sistem ekologis strategis yang menopang kehidupan masyarakat Kuningan dan wilayah sekitarnya. Kawasan ini berada dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai dengan sistem zonasi yang jelas: zona inti sebagai perlindungan mutlak, zona rimba sebagai penyangga alami, serta zona pemanfaatan yang hanya boleh digunakan secara terbatas berbasis prinsip konservasi. Dalam kajian ekologi, zona inti berfungsi menjaga keutuhan habitat, kestabilan hidrologi, serta perlindungan mata air. Aktivitas fisik permanen dan kendaraan bermotor di zona sensitif berpotensi menimbulkan fragmentasi habitat, erosi, serta gangguan satwa.

Secara hidrologis, kawasan pegunungan adalah daerah tangkapan air (catchment area). Vegetasi hutan meningkatkan infiltrasi dan memperlambat aliran permukaan. Ketika kawasan resapan diubah menjadi bangunan permanen atau diaspal, koefisien limpasan meningkat dan cadangan air tanah menurun. Dampaknya adalah fluktuasi debit mata air, peningkatan risiko longsor, serta potensi krisis air pada musim kemarau.

Alih fungsi lahan di kawasan penyangga Ciremai harus dipahami sebagai ancaman sistemik. Pembangunan vila, pengaspalan di lereng, hingga komersialisasi lahan tanpa kajian daya dukung mempercepat degradasi. Aktivitas kendaraan bermotor seperti sirkuit gocar di lahan milik Pemerintah Kabupaten Kuningan juga harus ditinjau secara ilmiah. Kendaraan offroad menyebabkan pemadatan tanah (soil compaction), mempercepat erosi, serta menurunkan kapasitas infiltrasi. Jika berada di kawasan dengan fungsi resapan atau berdekatan dengan zona konservasi, dampaknya bersifat jangka panjang.

Fenomena meningkatnya kematian ikan dewa menjadi alarm ekologis yang tidak boleh diabaikan. Perubahan kualitas air, sedimentasi akibat pembukaan lahan, serta gangguan debit adalah indikator yang memerlukan penelitian komprehensif. Ekosistem selalu memberi tanda sebelum kerusakan menjadi permanen.

Kasus di wilayah Leuweung Tutupan, Subang, menjadi cermin nyata. Alih fungsi kawasan hutan tutupan menjadi kebun kopi dalam skala luas telah mengurangi tutupan vegetasi alami. Secara ilmiah, perubahan komposisi vegetasi dari hutan heterogen ke tanaman monokultur menurunkan kapasitas tanah dalam menyimpan air. Dampaknya, debit air di sejumlah sumber menurun dan warga mengalami kekurangan air bersih. Peristiwa ini menunjukkan bahwa perubahan tutupan lahan di hulu secara langsung memengaruhi ketersediaan air di hilir. Apa yang terjadi di Subang harus menjadi pelajaran serius bagi kawasan penyangga Ciremai.

Persoalan tata ruang menjadi kunci. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) adalah instrumen hukum utama yang menentukan batas kawasan lindung dan budidaya. Tanpa RTRW yang jelas dan transparan, izin pembangunan rawan menabrak prinsip konservasi. Publik berhak mengetahui zonasi detail, batas kawasan resapan, serta parameter daya dukung yang menjadi dasar penerbitan izin.

Isu pembangunan hotel lima lantai di eks Yogya, depan Pegadaian, juga harus dianalisis secara terbuka. Pembangunan vertikal meningkatkan kebutuhan air tanah, beban drainase, dan kepadatan lalu lintas. Tanpa kajian Andalalin dan dokumen lingkungan yang komprehensif, tekanan terhadap sistem perkotaan akan meningkat.

Penegakan hukum lingkungan tidak boleh tebang pilih. Jika aturan hanya tegas kepada masyarakat kecil namun lunak terhadap kepentingan besar, maka prinsip keadilan ekologis runtuh. Save Ciremai tidak boleh berhenti pada narasi. Ia harus diwujudkan melalui konsistensi kebijakan, transparansi RTRW, audit izin, dan keberanian menghentikan aktivitas yang melampaui daya dukung.

Kita tidak sedang membicarakan isu biasa. Kita sedang berbicara tentang air yang diminum anak-anak kita, tentang tanah yang menopang rumah kita, tentang lereng yang melindungi kita dari bencana. Ketika pemerintah lambat, risiko terus berjalan. Alam tidak menunggu proses birokrasi selesai.

Leuweung Tutupan telah memberi pelajaran. Jangan sampai Ciremai menyusul. Karena ketika ekosistem runtuh, bencana tidak akan memilih siapa yang harus menjadi korban terlebih dahulu.

Oleh: Andini Rahmawati, S.Pd.
Pengurus DPD Gema Jabar Hejo Kuningan

Advertisement

Berita Terbaru

You May Also Like

Desa

KUNINGAN (MASS) – Festival Genjring Rudat yang digelar di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, kembali menjadi tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan pasca Lebaran. Acara yang...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Kawasan wisata di Kecamatan Darma kembali menjadi magnet pengunjung pada libur Lebaran, Senin (23/3/2026). Pantauan di sekitar wilayah tersebut menunjukkan minat...

Desa

LANGSEB (MASS) – Puncak perayaan Milangkala Desa Langseb ke-318 berlangsung meriah dengan digelarnya pagelaran wayang golek oleh dalang kondang, Dadan Sunandar Sunarya. Acara yang...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, terutama pada generasi Z yang tumbuh di tengah pesatnya arus informasi....

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Permasalahan sampah di Kabupaten Kuningan yang kian menumpuk mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Aksi cepat ditunjukkan warga Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi, dalam merespons dampak tanah longsor yang sempat mengganggu akses utama di Dusun Calingcing....

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Suasana di Terminal Tipe A Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, tampak mulai padat kembali pada Senin (23/3/2026). Sejumlah penumpang terlihat antre menunggu bus...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Insiden kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di Jalan Raya Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Senin (23/3/2026) dini hari sekitar pukul...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Permasalahan fasilitas yang belum memenuhi ketentuan serta menu yang tidak sesuai standar menjadi sorotan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)....

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Gelombang audiensi dan demonstrasi yang marak di Kabupaten Kuningan belakangan ini justru memicu ketegangan baru antara Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dengan Badan...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di tengah upaya reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola keuangan daerah, muncul ironi yang sulit diabaikan di Kabupaten Kuningan. Sejak tahun...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pihak ULP PLN Kuningan memberikan penjelasan terkait keluhan pemadaman listrik yang terjadi menjelang Lebaran di Desa Cipedes, Kecamatan Ciniru. Klarifikasi disampaikan...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Masih di momen Lebaran, sebuah insiden kembali terjadi di Kabupaten Kuningan, Minggu (22/3/2025) malam tadi. Dimana, sebuah plafon rumah ambruk saat...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Masih momen Idul Fitri, malah terjadi kebakaran di RT 15 RW 04 Dusun Wage, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede pada Minggu dini...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Para pemudik yang menggunakan mobil dari Jakarta menuju Kuningan harus merogoh kocek untuk biaya tol dan bahan bakar. Berdasarkan tarif tol...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Final Skuad untuk FIFA Series 2026 akhirnya diumumkan, dari daftar awal yang memuat 41 nama, John Herdman memanggil 24 pemain yang...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan berhasil menyelamatkan dua orang yang terjebak di sebuah ruko milik pemilik warung martabak...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al Mukhlisin, Dusun 1 Buniaga, Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, berlangsung khidmat dan nampak...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si bersama jajaran Forkopimda, nampak tak mau ketinggalan momen Lebaran dengan ikut Festival...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Suasana khidmat bercampur antusiasme warga menyelimuti Dusun Gunung Jawa, Desa Karangkancana, Kecamatan Karangkancana. Dimana puluhan cahaya dari pawai obor menyemarakkan malam...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Puluhan warga Perumahan Graha Alana Kelurahan Kuningan Kecamatan Kuningan, nampak antusias menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Dimana, sebagai bagian...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kabar tak menyenangkan justru datang dari warga Desa Baok Kecamatan Ciwaru. Pasalnya, rumah Didi,...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi Pondok Pesantren Al-Multazam bersama ULZ Al-Multazam Peduli untuk menghadirkan beragam program yang tidak hanya...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Kebijakan penetapan lebaran atau satu Syawal 1447 H antara Muhammadiyah dan pemerintah (Kementerian Agama) berbeda tahun ini, sehingga hari raya Idul...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Tradisi mudik ke kampung halaman kembali terasa di Kabupaten Kuningan. Sejumlah perantau dari Jakarta, Jogja, dan daerah lain mulai berdatangan untuk...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah laporan langkanya stok gas LPG, terutama ukuran 3 kg atau yang kerap disebut tabung gas melon, datang dari beberapa wilayah...