Tahun 2019 Sudah Tiga Kasus, Ini Rincian Gantung Diri Tahun 2017 dan 2018

KUNINGAN (MASS)  – Hari Sabtu (11/5/2019) merupakan hari kelabu bagi warga Kabupaten Kuningan. Pasalnya, terjadi tiga kejadian warga gantung diri. Penyebab mereka gantung diri karena depresi baik karena mengalami sakit bertahun-tahun hingga masalah faktor ekonomi.

Kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, mereka tidak akan melakukan hal senekad itu apabila tidak merasa sendiri. Orang-orang terdekat harus bisa merangkul agar mereka bisa keluar dari permasalahan yang dideritanya.

Dari catataan kuninganmass.com, kasus gantung diri di Kabupaten Kuningan pada 2018 mencapai delapan kasus. Sedangkan  tahun 2017  jumlah lebih banyak yakni  sembilan kasus.

Jumlah kasus yang cukup besar harus menjadi perhatian Bupati Kuningan. Pasalnya, dengan visi agamis maka ada sesuatu yang salah terjadi di masyarakat.

Apakah korban tidak ada yang memperhatikan atau peran tokoh agama dan masyarakat kurang berfungsi. Semua ini harus dicari solusinya agar kasus serupa tidak terjadi.

Kuninganmass.com akan merinci kembali kasus yang sudah terjadi. Hal ini agar semua pihak perhatian kepada warga sekitar agar mereka tidak melakukan hal yang sama ketika terjadi masalah.

Untuk kasus gantung diri 2018  terakhir kali terjadi pada bulan Septemebr. Korannya adalah  Sapja bin Astra Sarib (70) warga Dusun Wage RT 004/ 007 Desa Luragunglandeuh Kecamatan Luragung. Ia Diduga frustasi akibat sakit komplikasi yang diderita tidak kunjung sembuh.

Aksi nekad pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu dilakukan dibelakang pintu kamar. Korban  menggunakan kain berwarna hitam yang di kaitkan di bambu yang di palangkan di antara kusen pintu kamar dan kusen jendela kamar

Kasus kedua terjadi pada Selasa (6/2/2018). Korbanya adalah Karmi Binti Karta Sanpi, yang berumur 60 tahun warga Dusun Manis Rt 001/001 Desa Luragungtonggoh Kecamatan  Luragung.

Ia nekad  gantung diri karena frustasi. Penyakit kencing manis, darah tinggi dan kangker kulit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Kemudian kasus ketiga adalah pada Minggu (11/3/2018) terjadi di Desa Kutakembaran Kecamatan Garawangi. Sarju (34) warga Dusun Manis RT 04/01 gantung diri dengan menggunakan tambang plastik di kusen kamar mandi.

Korban pertama kali diketahui oleh anaknya yang bernama  Rizki Nofiansyah (12) pada jam 06.30 WIB . Dugaan penyebab meninggalnya korban karena masalah ekonomi dimana usaha yang digelutinya (pedagang) sepi.

Selanjutnya kasus bunuh diri bergeser ke Kecamatan Kadudede tepatnya di RT 20/024 Dusun Pahing Desa Kadugede pada Selasa (13/3/2018) pagi sekitar 06.30 WIB. Korbannya adalah Rokaya (75) lansia yang tinggal berdua bersama anaknya bernama Yadi.

Ia memilih mengakhiri gantung diri dengan kain panjang di depan kamarnya. Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya ketika bangun tidur jam 06.30 Wib.

Yadi yang merupakan duda itu kaget bukan kepalang melihat jasad ibunya sudah tergantung. Yadi Pun berteriak minta tolong. Sementara Pada saat tergantung korban menggunakan daster motif kembang.

Dugaan sementara korban nekad bunuh diri karena frustasi dengan penyakit asma yang sudah lama dideritanya. Meski sudah diobati ternyata tak kunjung sembuh.

Untuk kasus kelima terjadi Senin (2/4/2018) siang sekitar jam 12.30 WIB di Dusun Cimerak Rt 04/05 Desa Sukamaju Kecamatan Cibingbin. Korban gantung diri  adalah Nani Suhani (30).

Ia ditemukannya mayat tergantung di bagian dapur salah satu rumah warga. Korban nekad mengakhiri hidupnya karena diduga mengalami defresi.

Ironis korban gantung diri pertama kali diketahui anaknya bernama Seli Maida (12). Ia baru pulang sekolah dan mendapati ibunya tergantung di dapur dengan kain sarung bermotif batik warna kuning yang diikatkan pada tiang kayu ruang dapur.

Sementara kasus yang ke enam adalah terjadi pada Senin (21/5/2015) sekitar jam 08.30 WIB. Oman Nugraha (29) Dusun Tarikolot RT 01/01 Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Lokasi yang diambil almarhum adalah di kandang kambing belakang rumahnya. Dugaan sementara korban nekad melakukan hal tesebut karena defresi.

Adapun kasus ke tujuh terjadi pada Jumat (27/7/2018) usai salat Subuh, dimana  warga Dusun Pahing Desa Sadamantra Kecamatan Jalaksana dikejutkan dengan ditemukannya sesosok mayat yang tergantung di teras belakang rumah. Ternyata mayat tersebut adalah Icih (66) yang merupakan warga setempat. Motif korban melakukan aksi nekad ini diduga karena frustasi dengan penyakit diabetes yang lama ia derita.

Dan kasus ke delapan adalah Irfan Romdoni. Mahasiswa tingkat akhir di IAIN Syech Nurjati ini memilih kandang kambing untuk mengakhiri hidupnya. Kejadian ini terjadi  di samping Yayasan Siti Fatimah Gang Siaga Jalan Pramuka Purwawinangun Kuningan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com