Selain Bertaruh Nyawa, Petugas Damkar Kerap Diganggu ‘Jurig’

KUNINGAN (MASS) – Menjadi petugas Damkar bukan pekerjaan mudah karena mereka bertaruh dengan nyawa. Bukan hanya nyawa petugas tapi juga korban kebakaran. Hal ini yang harus diketahui oleh warga bahwa betapa berat kerja mereka.

Dibalik pekerjaan yang bertaruh nyawa itu banyak suka duka yang mereka dapatkan. Sukanya tentu ketika mereka berhasil memadamkan api dan tidak ada korban. Seperti slogan mereka “Pantang Pulang Sebelum Padam” terpatri dalam benak petugas.

Sementara dukanya adalah ketika banyak rumah yang tidak tertolong meski itu bukan kesalahan mereka. Bisa karena telat laporan dan faktor lainnya.

Tapi, semu itu selalu menjadi pelajaran tidak bosan-bosannya mereka mengingatkan kepada warga agar menyimpan nomor telepon Damkar sehingga ketika terjadi kebakaran segera melaporkan.

Ternyata dibalik pekerjaan mereka banyak kisah yang tidak diketahui oleh orang banyak. Kisah itu adalah mengenai petugas kerap diganggu mahluk halus ketika memadamkan api atau memusnahkan sarang tawon dan lebah.

Meski tidak ada orang yang meninggal di makan hantu, tapi tetap saja ketika bertemu mereka merasakan kaget bukan kepalang, karena mahluk halus yang kerap muncul itu adalah pocong, kuntilanak dan sebagainya.

“Kami kerap menemui jurig. Namun, karena sering maka diabaikan karena tugas kita memadamkan api dan juga memusnahkan tawon dan lebah,” ujar Plt Kepala UPT Damkar Kuningan Kuningan MH Khadafi Mufti MSi, Senin (5/8/2019).

Jebolan Uniku ini mengatakan,  pernah suatu ketika  ketika memadamkan kebakaran di Waduk Cileuweng, para petugas dibuat linglung sehingga mereka tidak bisa pulang. Setelah berdoa kepada Allah akhirnya bisa pulang.

“Kami juga pernah dikejar bola api atau di Kuningan sibut jurig kamangmang. Alhamdulillah kita selamat. Saya selalu tekankan kepada rekan-rekan ketika mau bertugas harus berdoa agar selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT,” jelasnya.

Sementara itu, belum lama ini pun ada anggota Damkar usai  memusnahkeun odeng nyaris  kasurupan ketika datang ke kantor. Berkat doa dan kekompakan tim semua bisa teratasi.

“Kami selalu bersyukur hingga saat ini selalu diberikan keselamatan. Meski jumlah personil hanya 28 orang kami selalu siaga siang malam,” ujar Khadafi.(agus sagi mustawan).

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com