Mantan Suami Istri Saling Lapor Polisi, Mereka Lakukan Visum Bareng

KUNINGAN (MASS)- Bulan puasa ternyata tidak menyurutkan niat mantan suami istri yang bernama Indra Jatnika dan Rina Isnaenah untuk  tidak saling melapor kepada pihak pihak kepolisian. Mereka justru  kompak  saling lapor dengan dugaan penganiayaan.

Kasus ini bermula  pada Minggu (5/5/2019) sore sekitar jam 17.30 WIB ketika Rina (31) akan menjemput buah hati hasil perkawinannya dengan Indra di rumah mantan suami di Desa Sindang Kecamatan Lebakwangi.

Sesampainya ditempat,  Rina langsung mengambil anaknya yang sejak Jumat bermain di rumah Indra bersama neneknya.   Awalanya tidak terjadi apa-apa ketika Rina pulang dengan menggunakan Gocar dengan tujuan rumahnya di Desa Muncangela Kecamatan Cipicung.

Namun, ditengah jalan mobil balik arah karena ponsel anak Rina ketinggalan. Nah, dari sinilah kasus saling lapor dimulai.

Entah mana yang benar karena kedua pihak baik kepada wartawan maupun kepada polisi melaporkan bahwa telah dianiaya.  Rina begitu pulang dari rumah Indra langsung melapor ke Poslek Ciawigebang.

Indra pun tidak kalah gretak pada Minggu malam jam 21.30 WIB langsung melapor ke Polres Kuningan. Lucunya, lagi pada malam itu mereka melakukan visum di rumah sakit yang sama yakni RS El-Syifa.

Rina mengaku, ditendang oleh Indra dibagian perut dan juga mengalami luka dibagian tangan. Ia menuturkan dikroyok oleh mertua dan suaminya ketika akan mengambil anak.

Anaknya sendiri yang berumur 6 tahun kembali diambil paksa dari dalam mobil. Kemudian,  di dimasukan ke rumah dan kunci.

 

“Saya sudah baik-baik berikan kesempatan kepada suami untuk bertemu anaknya. Namun, dia justru ingin mengurusnya. Padahal, hasil keputusan PA Kuningan anak diurus oleh saya. Ketika anak saya diambil paksa maka saya berjuang untuk mengambil dan berteriak meminta pertolongan kepada warga,” jelas  Rina kepada wartawan di Mapolres Kuningan, usai di BAP, Rabu (8/5/2019) siang.

Rina keukeuh  ingin kasus ini terus lanjut agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini kepada dirinya. Ia takut  ini terulang lagi, terlebih kekerasan dilakukan didepan anaknya.

Sedangkan Indra dalam lapornya mengaku dicakar oleh Rina sehigga tangan kanannya mengalami luka. Bukan hanya itu bagian perut mengalami sakit karen didorong dengan menggunakan kedua tangan Rina.

Indra yang juga ada di tempat yang sama mengaku, tidak akan gentar melayani laporan mantan istrinya yang sudah dicerai sejak Januari 2017 itu. Baginya, kebenaran harus ditegakan karena ia mengetahui motif mantan istrinya melapor karena ada hal lain.

“Bagi saya lelaki yang memukul perempuan adalah pengecut. Kalau saya pukul mungkin sudah babak belur. Tanganya luka itu karena menggedor-gedor pintu rumah,” ujarnya.

Indra yang merupakan cucu pemilik mobil PO  Luragung mengaku, sejak pertama kali menikah degan Rina sudah tidak harmonis. Sebab, Rina banyak tuntuan. Padahal sebagai suami sudah memberikan yang maksimal.

“Kalau mau jujur banyak kasus tentang mantan istri saya. Pada saat menikah juga dia sudah dua kali selingkuh dan digrebeg oleh saya. Yang pertama di kosan dekat Uniku dan kedua di Cikubangsari. Pokoknya banya bukti kalau mau saling lapor dari dulu tapi kasihan kepada anak,” jelasnya.

Terkait pengakuan Rina bahwa pemberian nafkah kepada anaknya tidak dipenuhi sesuai dengan perjanjian, Indra membenarkan, tapi itu karena  hasil pengecekan kepada anaknya mengenai pemberian uang jajan dari ibunya.

“10 bulan awal saya kasih Rp2,5 juta perbulan. Namun, setelah dicek hasil pengakuan dari  anak bahwa sehari uang jajan dikasih Rp5.000, maka saya potong karena yakin uangnya habis sama ibunya,” tandasnya Indra lagi yang mengaku mantan istrinya itu begitu cerai langsung menikah dan mempunya anak satu. Namun diberikan kepada mantan suaminya di Majalengka. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com