Disaat yang Lain Berlebaran, Mereka Berjibaku Dengan Api

KUNNGAN (MASS)- Musibah kebakaran di gunung Ciremai terjadi sejak Rabu jam satu siang dan hingga Minggu (11/8/2019)  belum juga padam. Secara otomatis proses pemadaman terus berlanjut baik menggunakan helikopter mapun secara manual.

Dengan mereka terus bekerja siang malam maka mereka berlebaran di gunung dan posko. Tentu ini kontras dengan kebanyakan warga yang merayakan lebaran berkumpul dengan keluarga.

“Ya, mereka berlebaran di gunung demi melaksanakan tugas kemanausian. Kepada semua pihak yang telah iklas mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan TNGC selamat Hari Raya Idul Fitri H,” ujar Kalak BPBD Kuningan Agus Mauludin SE, Minggu pagi.

Agus menjelaskan, personil yang bertugas di lapangan sebanyak  205 orang. Mereka berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jabar, MPGC Palutungan.

Lalu, MPGC Linggarjati, MPGC Linggasana, Masyarakat dan Volunteer, dan juga Pecinta Alam .  Petugas tersebar di Posko Lapangan  Palutungan, Pos taktis lapangan  Sanghyang Ropoh, Pos taktis Linggarjati, Pos Pantauan , Batas Vegetasi/Gua Walet dan Punak Ciremai, Tim Pemadam Damkarhutla Jalur Pendakian Palutungan dan Linggarjati serta Pos pengamanan Logistik  Pangguyangan Badak dan Pasanggrahan.

“Api masih menyala dibeberapa titik baik di area yang sudah terbakar maupun di perbatasan antara habitat edelweis dan hutan alam di sebelah Utara dan Selatan Kawah  gunung Ciremai. Pemadaman secara manual,” ujarnya.

Hari ini rencana  penanganan pemadaman hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019 adalah pemadaman dengan water bombing menggunakan Heli Bell 412SP kapasitas 1.000 liter. Bom air direncanakan pukul 08.00 WIB – 11.00 WIB. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com