IMK Dorong Strategi Promosi Baru untuk Agrowisata Pasir Batang, Ini Skemanya!

KUNINGAN (MASS) – Ikatan Mahasiswa Kuningan Wil. Cirebon integrasikan program sosial dengan sektor pariwisata. Langkah ini diwujudkan di Destinasi Agrowisata Pasir Batang di Desa Karangsari, Kecamatan Darma.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) merupakan bagian dari agenda hari kedua Gerakan Mengabdi (GEMA) IMK 2026. Sebanyak 30 pengurus dan panitia dikerahkan langsung ke lokasi untuk mengamati potensi sekaligus merumuskan strategi promosi yang lebih segar.

Pengelola Wisata Pasir Batang, Aen menjelaskan secara historis, Wisata Pasir Batang sudah mulai dirintis oleh swadaya masyarakat sejak tahun 2012 silam. Kawasan ini kemudian resmi dikukuhkan sebagai salah satu destinasi agrowisata khas di Kabupaten Kuningan pada tahun 2015.

“Secara historis, Wisata Pasir Batang dirintis swadaya masyarakat dari tahun 2012 dan resmi dikukuhkan jadi kawasan agrowisata khas Kabupaten Kuningan pada tahun 2015,” tuturnya.

Berada di kawasan pedesaan yang dikelilingi oleh perkebunan sayur-mayur, objek wisata ini menawarkan paket liburan alam yang lengkap. Dengan tiket masuk sebesar Rp25.000, pengunjung sudah bisa menikmati area berkemah hingga membeli buah dan sayur langsung dari pohonnya.

“Ada di rona geografis Desa Karangsari yang dikelilingi oleh bentang perkebunan sayur mayur, disini menawarkan daya tarik yang multidimensional, tarif retribusi sebesar Rp25.000 per pengunjung, dengan fasilitas Area bumi perkemahan, stasiun Penelitian Kehutanan dan Situs wisata religi makam Syekh Marmagati,” paparnya.

Kendati punya fasilitas lengkap dan pemandangan indah, tempat ini dinilai masih membutuhkan cara promosi yang lebih modern agar kembali dikenal luas. Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat IMK 2026, Rendi Cahya menyebutkan inilah yang mendorong para mahasiswa IMK untuk ikut turun tangan membantu penataan kembali strategi pemasarannya.

“Melihat nilai intrinsik, kelengkapan fasilitas, serta lanskap bumi perkemahan Pasir Batang yang eksotis dan akomodatif, kami mengidentifikasi adanya potensi besar yang belum tereksplorasi secara masif. Melalui Gerakan Mengabdi ini, kami berkomitmen mendorong pembaharuan strategi promosi agar destinasi ini kembali mendapat rekognisi publik, menjadi hits, dan ramai dikunjungi wisatawan,” pungkas Rendi. (raqib)