Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Hebat!! Guru TSM SMK Muhammadiyah 2 Kuningan Terbaik se-Jabar

KUNINGAN (Mass) – Prestasi menggembirakan kembali ditorehkan SMK Muhammadiyah 2 Kuningan. Sekolah kejuruan yang akrab dijuluki SMK Dos Q 28 itu berhasil merebut juara pertama pada Kontes Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Sepeda Motor (TSM) se Jabar.

Kontes itu sendiri diselenggarakan oleh PT Daya Adicipta Motor dan PT AHM, belum lama. Lomba tersebut melibatkan guru-guru TSM se-Jawa barat. Salah satu guru dari SMK Muhammadiyah 2 Kuningan yang jadi jawara yaitu Yogi Sundara ST. Penyerahan piala dilaksanakan di Ciater Subang Hotel Lembah Sarimas.

“Event seperti ini perlu dilakukan untuk terus melakukan inovasi-inovasi dan melakukan pembinaan bagi peserta didik. Kami mengucapkan terimakasih kepada PT  Daya adicipta Honda dan  PT AHM yang sudah menyelenggarakan event yang melibatkan guru-guru dan peserta didik,” kata Yogi usai menerima piala.

Kendati berhasil menjadi juara, Yogi menandaskan, hasil yang didapat bukanlah apa-apa. Yang terpenting menurutnya, bagaimana seluruh guru TSM se Jabar terus meningkatkan kualitas diri supaya bisa menghasilkan karya-karya nyata.

“Keberhasilan pendidikan, itu salah satunya dari metode pembelajaran yang  diterapkan, agar peserta didik mampu untuk meningkatkan kualitas diri, serta bisa menghasilkan prestasi-prestasi baik dalam bidang akademik, ekstrakulikuler, atau bahkan dalam bidang-bidang lainnya,” ucap dia.

Yogi berharap kedepannya bakal terselenggara even-even serupa. “Saya berharap, kedepannya akan ada event-event lagi. Selain untuk kemajuan di dunia otomotif juga untuk menyalurkan kemampuan pribadi,” harapnya.

Sementara Kepala SMK Muhammadiyah 2 Kuningan, H Timu, menyampaikan terimakasih atas prestasi yang ditorehkan Yogi. Menurutnya, prestasi itu membuktikan bahwa guru-guru di sekolahnya memiliki kemampuan yang mempuni. Selain membawa nama baik lembaga di lingkup provinsi.

“Mudah-mudahan dengan prestasi yang didapat, tidak berhenti untuk berkarya, dan bisa memicu guru-guru maupun siswa untuk terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya. (deden)

 

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement