KUNINGAN (MASS) – Gunung Ciremai memiliki peran vital sebagai kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) bagi wilayah Kabupaten Kuningan, Majalengka, Cirebon, dan sekitarnya. Kawasan pegunungan tersebut berfungsi menjaga ketersediaan air, mengatur tata aliran sungai, serta menjadi daerah resapan air yang menopang kehidupan masyarakat di wilayah hilir.
DAS merupakan wilayah daratan yang dibatasi punggung gunung atau perbukitan yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan menuju sungai utama hingga ke muara. Oleh karena itu, kondisi kawasan hulu DAS sangat menentukan kualitas dan kuantitas air bagi daerah hilir.
Namun, kondisi hulu DAS Gunung Ciremai saat ini dinilai mengalami tekanan lingkungan yang cukup serius. Salah satu mahasiswa asal Kuningan, Rizki Nugraha, menyoroti maraknya pembabatan hutan di kawasan tersebut.
“Saat ini kawasan hulu Gunung Ciremai mengalami tekanan lingkungan akibat maraknya pembabatan hutan, penebangan pohon, dan pembukaan lahan secara besar-besaran tanpa memperhatikan prinsip konservasi,” ujar Rizki, Kamis (15/1/2025).
Menurut Rizki, aktivitas tersebut menyebabkan berkurangnya tutupan vegetasi yang berfungsi menahan air hujan serta menjaga kestabilan tanah. Akibatnya, fungsi DAS sebagai pengatur tata air menjadi terganggu.

“Dampaknya dapat berupa meningkatnya risiko erosi, longsor, banjir saat musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau,” jelasnya.
Ia menegaskan kelestarian hutan Gunung Ciremai sebagai hulu DAS sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat.
Sebagai solusi, Rizki mendorong dilakukannya rehabilitasi dan reboisasi di kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan. Penanaman kembali pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap air dan penahan erosi dinilai dapat membantu memulihkan fungsi ekologis Gunung Ciremai.
Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas pembalakan liar dan alih fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukan kawasan hutan juga perlu diperketat. Ia berharap Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum meningkatkan patroli serta penindakan terhadap pelanggaran di kawasan hulu DAS.
Penerapan sistem pengelolaan DAS yang berkelanjutan juga dinilai penting dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pengembangan pertanian ramah lingkungan, agroforestri, serta pemanfaatan hutan secara lestari dapat menjadi alternatif mata pencaharian tanpa merusak hutan.
“Langkah-langkah ini saya harap fungsi Gunung Ciremai sebagai kawasan hulu DAS dapat tetap terjaga, sehingga mampu menjamin ketersediaan air dan menjaga keseimbangan lingkungan bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” tutupnya. (didin)










