KUNINGAN (MASS) — Pondok Pesantren Husnul Khotimah kembali menggelar agenda besar tahunan bertajuk Aresta 21 yang diawali dengan Grand Opening di GOR Aridha Nursyahbani, Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Gubernur Jawa Barat, Andri Kustia Wardana, S.STP., M.Si., dan dihadiri ribuan santri serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Pembukaan Aresta 21 ditandai dengan prosesi simbolis yang unik dan penuh makna. Andrie Kustria Wardana memasukkan kaset ke dalam radio jadul, yang kemudian disusul dengan animasi pembukaan Grand Opening Aresta 21. Prosesi tersebut menjadi simbol kesinambungan nilai, dari generasi ke generasi, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan Aresta 21. Momen ini disambut gegap gempita oleh para santri dan tamu undangan yang memadati arena GOR.
Dalam sambutannya, Andrie Kustria Wardana menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, karakter, dan kepercayaan diri santri.
“Pesantren hari ini tidak lagi hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat lahirnya generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Aresta 21 menjadi contoh nyata bagaimana pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Islam,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong lembaga pendidikan, termasuk pesantren, untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.
Ia juga menegaskan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, penuh dinamika dan ketidakpastian. Namun demikian, kemajuan zaman—termasuk digitalisasi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)—tidak untuk ditakuti, melainkan harus dipelajari dan dikendalikan.
“Kemajuan zaman bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihadapi, dipelajari, dijalani, dan dikendalikan. Santri harus percaya diri menghadapi era digital, robotik, dan teknologi, karena nilai-nilai keilmuan dan religiusitas di pesantren menjadi fondasi yang sangat kuat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andri juga menyinggung visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia, termasuk santri pesantren, menjadi kunci agar Indonesia benar-benar mencapai masa keemasan.
“Jangan sampai 2045 menjadi Indonesia cemas, tetapi harus menjadi Indonesia emas. Salah satu penentunya adalah kesiapan adik-adik santri hari ini,” tegasnya.

ARESTA 21 akan berlangsung selama tiga hari dan diisi dengan beragam cabang lomba yang dirancang untuk mengasah akademik, keislaman, kreativitas, kepemimpinan, serta sportivitas peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Untuk jenjang SMA, lomba yang dipertandingkan meliputi Fotografi, Kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Poster Digital, Taqdimul Qishoh, Video Kreatif, Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), ARESTA Survival Challenge, serta Lomba Debat Bahasa Indonesia.
Sementara pada jenjang SMP, ARESTA 21 menghadirkan lomba Baca Puisi, Futsal, Kaligrafi, Cerdas Cermat Islami (CCI), Scout Raya, Lomba Voli, Robotik, MHQ, Lomba Cerdas Cermat Bahasa Arab (LCC BA), Lomba Dai Remaja, Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Story Telling.
Adapun untuk jenjang SD, peserta mengikuti lomba Robotik, MHQ, Mendongeng, dan Olimpiade PAI, yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu, Al-Qur’an, serta kreativitas sejak usia dini.
Selain sebagai ajang kompetisi, ARESTA 21 juga menjadi sarana silaturahmi, kolaborasi, dan pembentukan karakter santri melalui proses yang menjunjung tinggi nilai adab, kejujuran, dan kebersamaan.
Mengakhiri sambutannya, Andri secara resmi membuka ARESTA 21. “Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Ajang Remaja Berprestasi ARESTA ke-21 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan secara resmi kami buka,” pungkasnya.
Grand Opening ARESTA 21 dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Kuningan, unsur DPRD Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama, pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, para asatidz dan asatidzah, serta ratusan santri dan peserta dari berbagai daerah.
Hadir pula perwakilan Bupati Kuningan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, unsur pimpinan dan anggota DPRD, pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Dinas Pendidikan, unsur Forkopimcam, serta para kepala desa di lingkungan sekitar pesantren.
Ketua Panitia ARESTA 21, Muhammad Wait Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ARESTA ke-21. Ia menegaskan bahwa ARESTA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menyalurkan bakat, mengembangkan potensi, serta menumbuhkan semangat berprestasi generasi muda.
“Selamat berlomba dan selamat berkompetisi. Tunjukkan bakat terbaik kalian dan mari bersama-sama memperjuangkan potensi yang kita miliki,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustadz Mulyadin, menekankan bahwa ARESTA merupakan media tarbiyah dan proses kaderisasi kepemimpinan santri. Menurutnya, prestasi harus berjalan seiring dengan adab, kepandaian harus ditopang oleh akhlak, serta kepemimpinan harus lahir dari rasa tanggung jawab, bukan dari ambisi.
“ARESTA adalah ruang pembentukan karakter. Pesantren tidak hanya mencetak pemenang lomba, tetapi melahirkan pemimpin masa depan yang beriman kuat, luas ilmunya, dan kokoh karakternya,” tutur Ustadz Mulyadin.
Ia juga menambahkan bahwa ARESTA mengajarkan kepekaan sosial dan kepedulian kemanusiaan. Dalam rangkaian kegiatan ARESTA 21, diselenggarakan pula agenda solidaritas dan doa bagi saudara-saudara di Palestina serta masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah daerah di Indonesia.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan generasi muda berbasis pesantren. Menurutnya, santri hari ini merupakan generasi yang tengah dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Santri sedang ditempa layaknya besi dan baja. Proses ini akan melahirkan generasi yang kuat, tangguh, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Acara Grand Opening ARESTA 21 menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian perlombaan dan kegiatan, sekaligus menegaskan komitmen Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam membina santri secara menyeluruh—baik dalam aspek akademik, keterampilan, kepemimpinan, maupun kepedulian sosial—sejalan dengan visi membina generasi rabbani yang berdaya saing dan berakhlakul karimah. (didin)







