Terkait Jodi, Bupati Sebut Apa yang Sudah Diviralkan Tidak Sedramatis yang Dibayangkan

KUNINGAN (MASS) – Viralnya kisah Jodi seorang bocah dari Desa Margabakti Kecamatan Kadugede yang pergi ke sekolah menggunakan baju kotor dan tanpa alas kaki sampai juga ke telinga bupati. Orang nomor satu di kota kuda itu, Selasa (30/7/2019) mengunjungi tempat tinggal Jodi.

Dengan berjalan kaki Bupati Acep datang ke lokasi untuk melihat dari dekat kondisi keluarga Jodi. Bupati datang didampingi Kabag Kesra Toni Kusumanto, Camat Kadugede Tatang Taryono, Kasubag UPTD Sidang Agung, Sri Mulyati.

Jodi selama ini tinggal bersama neneknya bernama Sati (60) dan kakeknya Rakun (70) di Dusun Pahing, RT 001 RW 003, Desa Margabakti, Kecamatan Kadugede. Jodi sendiri terlahir lima saudara dan orang tuanya sudah berpisah.

Menurut Bupati Acep, setelah melihat keluarga Jodi itu, perlu ada penanganan seksama dari sisi sosial kehidupannya. Kalau sekarang tempat tinggalnya menyendiri tentunya tidak bisa berkembang.

Ia berjanji akan berusaha mencari lahan untuk bisa dibangunkan rumah agar bisa bergaul dengan masyarakat pada umumnya. Hal ini juga agar perkembangan jiwanya lebih bagus.

“Saya mengajak kepada masyarakat untuk sama-sama memberikan arahan dan pembinaan kepada keluarga Jodi. Insya Allah, sebetulnya apa yang sudah diviralkan tidak sedramatis apa yang dibayangkan,” sebutnya.

Dikatakan, tidak ada masalah sebetulnya dari jalan juga tidak terlalu jauh. Hanya memang tidak ada air sehingga tidak bisa mandi.

Sementara itu, pasca viralnya kejadian, bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kuningan mengalir. Menurut  Kepala Bidang Distribusi Pangan H Maryoto SP, bantuan yang diberikan adalah mie instan, beras dan telor.

“Insya Allah bantuan akan rutin kami berikan. Ini bentuk respon dari kami terhadap keluarga Jodi,” ujarnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com