Rekor Tape Terpanjang, Apa Talang Bambu Terpanjang?

KUNINGAN (MASS)-  Record Holder Republick (RHR) mengklaim bahwa pada acara Babarit terpecahkan rekor dunia tape terpanjang di dunia (1.000 meter). Namun, sayangnya rekor tape ketan  dalam waktu 5 menit dua puluh detik yang dilakukan oleh 520 orang itu berlangsung kacau alias tidak karuan.

Dekatnya warga dengan petugas yang memasang tape di talang bambu membuat acara tidak berlangsung lancar.  Petugas keamanan pun tidak  kuasa manahan warga yang berdesak-desakan ingin melihat proses pemecahan tape terpanjang tersebut.

Ironisnya lagi tape yang dipasang tidak memanjang 1.000 meter tapi justru talang bambu yang panjang  dan terlihat kosong. Hal ini membuat banyak warga kecewa dan merasa tertipu. Padahal mereka jauh-jauh datang untuk melihat rekor dunia.

“Dikira benar tape terpanjang, justru yang ada talang bambu terpanjang. Talang bambu tidak terisi semua tape. Yang ada pun langsung diambil oleh warga. Dan yang beredar adalah rekor MURI nyatanya RHR. Saya kecewa merasa dibohongi,” ujar Lia Nurlia kepada kuninganmass.com, Minggu (2/1/2018).

Pernyataan Lia memang benar adanya, kuninganmass.com yang menyaksikan langsung di depan Pendopo, tape yang disediakan panitia sempat tidak ada dan ketika dipasang tidak semua talang terisi. Meski diberikan waktu 5 menit 20 detik untuk memasang tape nyatanya tape raib diambil oleh warga.

Meski Bupati Acep Purnama diatas panggung beteriak menghitung waktu sampai beres acara, yang sebenaranya terjadi tidak ada apa-apa. Warga pun hanya melihat talang panjang kosong. Banyak warga yang kecewa dengan acara pemecahan rekor tape terpanjang yang nyata tidak memuaskan.

 

Terpisah, Vice President Of RHR, Lia Mutisari mengaku, terkait talang bambu banyak yang kosong pihaknya menganggap itu terisi karena sebelum proses pemecahan rekor menghitung jumlah tape yang dibutuhkan untuk panjang 1.000 meter. Ternyata dibutuhkan 4.000-5.000 tape dengan jumlah 250 ember tape.

“Acara tadi hanya seremonialnya saja. Ukuran tape sendiri 5 cm. Saking antusiasnya warga mereka langung mengambil tape tersebut. Namun, rekor ini yang pasti sah karena ada saksinya,” ujar Lia.

Pada kesempatan itu Lia mengaku, ikut terpecahkan pula nasi pincuk terbanyak dalam Babarit. Pihaknya membagikan 2.500 nasi picuk kepada warga yang hadir. Untuk nasi pincuk bukan rekor terpanjang tapi terbanyak dan belum pernah terpecahkan sebelumnya.

Selain itu juga ada rekor menciptakan 218 lagu dalam satu bulan. Memainkan gitar selama 18 jam degan mata tertutup. Khusus untuk memaikan gitar saat ini masih berlangsung.

“Saking antusiasnya nasi pincuk juga langsung diserbu warga. Kami memaklumi karena mereka sangat antusias,” jelas Lia.

Sementara Bupati Acep Purnama merasa puas dengan sukes acara ini. Baginya tape adalah makanan khas Kuningan yang tidak dimiliki daerah lain. Dengan masuk rekor dunia maka akan semakin dikenal luas.

“Tahun depan kita akan bikin acara yang lebih bagus dan sekarang yang terpenting acara berlangsung sukses,” ujar Acep. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com