Program Sembako Dilaunching, Dulu Rp110 Ribu, Kini Jadi Rp150 Ribu

KUNINGAN (MASS)-  Program Sembako akhirnya diluncurkan oleh Dinas Sosial di Desa CIkadu Kecamatan Nusaherang. Acara difokuskan di  aula setempat itu dihadiri Wakil Bupati Kuningan HM Ridho Suganda.

Lalu, ada Sekda Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, MSi, Plt Kepala Dinas Sosial Kuningan Drs Teddy Suminar, MSi, Camat Nusaherang Drs Syarifudinsyah. Selain itu juga tampak hadir Forum Koordinasi Kecamatan Nusaherang, Kepala Desa se-Kecamata Nusaherang, Pendamping TKSK, Pendamping PKH, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako dan undangan lainnya.

Kepala Desa Cikadu Ucu menjelaskan bahwa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Sembako di desanya sebanyak 114 Keluarga Non PKH dan 100 Keluarga PKH sehingga jumlahnya adalah 214 Keluarga yang tersebar di 5 Dusun.

“Program ini sangat dirasakan manfaatnya bagi warga kami. Salah satunya adalah meningkatkan ketahanan pangan bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan,” ucap Ucu.

Ucu berharap program ini dapat berkelanjutan dan tepat sasaran, sehingga warga yang belum menerima bantuan ini bisa terakomodir.

Sementara itu Wabup Edo  mengatakan,  Program Sembako merupakan pengembangan dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai program transformasi bantuan pangan. Untuk memastikan program untuk tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

“Seperti halnya Program BPNT, Program Sembako diharapkan dapat memberikan pilihan kepada penerima manfaat dalam memilih jenis, kualitas, harga dan tempat membeli bahan pangan,” jelasnya.

Pada tahun 2020,  untuk mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektifitas program bantuan pangan, maka indek bantuan yang semula Rp110.000,-/KPM/bulan, naik menjadi Rp150.000/KPM/bulan.

Dengan memperluas jenis komoditas sembako yang dibeli , sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada Program BPNT. Namun juga komoditas lainnya yang mengandung sumber protein hewani, berupa telur/daging/ikan, sumber nabati seperti kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu serta sumber vitamin dan mineral seperti sayur mayur dan buah-buahan.

Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan akses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap bahan pokok dan kandungan gizi lainnya.

Wabup berharap penyaluran sembako tahun ini dapat dilaksanakan dengan tertib, tidak ada lagi kartu KKS yang dibawa oleh Pendamping Bansos, karena kartu itu isinya uang yang akan dibelikan sembako oleh KPM.

“Kepada E-Warong yang sudah ditunjuk oleh Bank Penyalur agar dapat melayani KPM dalam pembelian sembako dan juga memperhatikan ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan oleh KPM sesuai dengan jumlah dan sebaran KPM di wilayahnya masing-masing,” tandasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com