Penderita HIV/AIDS 456 Orang, Kesadaran VCT Warga Rendah, Kenapa?

KUNINGAN (MASS)- Apabila pada tahun ini ada penambahan 88 orang penderita baru HIV/AIDS, maka bila dijumlah dengan angka sebelumnya yakni 368 orang jumlahnya menjadi 456 orang.

Jumlah ini terhitung dari tahun 2004. Yang memprihatinkan sebagian besar mereka mengidap HIV/AIDS sudah stadium 3 dan 4. Tentunya mereka  harus mendapatkan penanganan serius.

Agar jumlah tidak terus meningkat pada saat Peringatan Hari AIDS Sedunia di Lapangan Pandapa Parmartha panitia menyediakan layananan tes HIV (VCT / Voluntary Counselling Test). Tes  ini dilakukan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh (darah) kita terdapat virus HIV atau tidak.

Hal ini sangat penting untuk melakukan tes HIV ini. Terlebih untuk bagi yang memiliki resiko tinggi tertular virus tersebut.

“Cuma ada 13 orang yang datang. Padahal gratis. Kesadaran warga masih rendah untuk tes HIV,” ucap Pipin salah seorang petugas VCT Dari Puskemas Kuningan kepada kuninganmass.com, Minggu sekitra jam 9.00 WIB.

Padahal lanjut dia, hasil tes VCT tidak akan dipublish ke masyarakat luas. Tapi tetap tidak mau meski sudah diterangkan. Faktor malu menjadi penyebab.

Meski begitu pihanya memberikan apresiasi kepada 13 orang yang mau di tes. Hal ini menandakan bahwa mereka sadar akan bahaya. Dengan mengetahui sejak dini maka akan mudah menanganinya.

Sementara itu, kasus HIV AIDS bagaikan gunung es, membutuhkan peran serta dari berbagai kalangan. Selaras dengan tema hari AIDS yaitu “Saya Berani, Saya Sehat” bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV-AIDS. Dengan cara melakukan tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan arv jika terdiagnosa HIV sedini mungkin.

Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini, maka kita telah melakukan perlindungan terhadap keluarga dan orang yang kita sayangi. Hal ini yang mendasari kalimat “Lindungi yang tersayang dari HIV” menjadi subtema has tahun 2017.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Raji, dalam sambutannya yang dibacakan oleh kabid Pelayanan dan SDK  Fery Agus Priyana SFarm Mkes Apt menyatakan perlu peningkatkan kesadaran masyarakat. Hal ini agar peduli untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dari HIV-AIDS, meningkatkan komitmen dari pemerintah terlibat dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.

Selain itu, membuka akses dalam pelayanan tes dan pengobatan HIV bagi masyarakat dengan melibatkan semua penyedia ‘layanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan fasilitas yang dimiliki. sehingga hak pasien dapat terjamin untuk mendapatkan pelayanan yang berkualitas.

Sementara selain, tes VCT, juga aksi donor darah, bagi-bagi leaflet. Kemudian, long march dan juga pentas musik.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com