PEKAT IB Minta FPI dan GMBI Kendalikan Emosi

KUNINGAN (Mass) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Baru (PEKAT-IB) meminta kepada semua pihak untuk saling intropeksi dan sama-sama mengendalikan emosi. Harapan itu dalam menyikapi konflik antara FPI dan GMBI. Sebab jika tidak mampu menahan diri, dapat memicu disintegrasi bangsa.

Ini dalam menyikapi kejadian-kejadian yang meresahkan di berbagai daerah khususnya berkenaan kegaduhan-kegaduhan terkait masalah dugaan penistaan agama, penistaan ideologi bangsa, penistaan budaya, hujat menghujat sesama insan, ormas, lsm dan lain sebagainya, tegas Sekretaris PEKAT IB Kuningan, Nana Mulyana Latif ST, membacakan statemen imbauan Ketua DPP PEKAT IB, H Markoni Koto SH, Minggu (22/1/2017).

Sangat disayangkan, lanjutnya, telah terjadi di Jawa Barat, yaitu berkembangnya konflik antara FPI dan GMBI. Hal ini dipicu laporan Sukmawati Soekarnoputri terhadap Habib Riziq yang diduga telah menghina Pancasila melalui orasinya di berbagai kesempatan.

Konflik tersebut ditengarai telah menyentuh ranah konflik horizontal, tindakan anarkisme telah terjadi pada kedua aset bangsa tersebut. Seperti pemukulan, pengeroyokan massa dan perusakan kantor sebagaimana terekspos diberbagai media baik online, cetak, medsos dan televisi.

“Kalangan media pun terbelah menjadi pro-kontra, ini memperparah konflik tersebut, dari berbagai kejadian itu berkembang menjadi kubu-kubuan, antara ikut serta mendukung dan tidak, antara membenci dan tidak, ucapnya.

PEKAT IB sebagai perekat bangsa, kata Nana, berdiri tegak ditengah, tidak memihak satu sama lainnya. Dikatakan, FPI dan GMBI merupakan organisasi massa, dan merupakan aset bangsa yang harus dilindungi.

Kalaupun ada sesuatu terhadap personilnya negara kita adalah negara hukum, jadikan hukum sebagai panglima untuk melindungi rakyat dari ketidakadilan, pintanya.

Lebih parah kondisi ini mulai diperkeruh dengan fitnah-fitnah dan hasutan murahan oleh seseorang pada akun medsosnya. Dia telah berani menulis beberapa ormas nasional dan religi sebagai antek-antek PKI.

Sungguh hasutan picisan yang sangat keji, ini tidak bisa dibiarkan dan harus diluruskan. Maka dari itu kami sudah melaporkannya ke aparat kepolisian, tegasnya.

Untuk itu, imbuh Nana, DPP PEKAT IB mengajak seluruh kader PEKAT IB dimanapun di tanah air untuk merapatkan barisan. Mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah bahaya disintegrasi bangsa, menentang bahkan memerangi upaya-upaya bangkitnya partai terlarang PKI serta paham komunisnya.

“Mari kita introspeksi diri, tahan ego, kendalikan emosi. Sebagai organisasi Nasional sesuai namanya Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu. Begitu pun visi dan misi PEKAT IB yang siap menjaga dan memperjuangkan keutuhan NKRI. Kita jangan terjebak ke ranah yang membawa kita berhadap-hadapan dengan sesama saudara kita (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha), baik langsung maupun secara kelembagaan, ingatnya.

Bangsa ini, kata Nana, didirikan oleh para pendahulu dengan darah dan air mata. Selaku generasi penerus, kita lah yang harus menjaga bangsa ini dari ambang kehancuran. Kita, sambung dia, harus memberikan warisan ketenangan, ketentraman dan kemakmuran kepada anak cucu sebagai generasi penerus bangsa.

Kita harus saling berdampingan satu sama lain untuk melawan upaya pihak asing yang sudah menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, bersosial, bergaul bersama dengan seluruh elemen masyarakat rakyat Indonesia. Musuh nyata kita saat ini adalah Narkoba, Korupsi, Komunisme dan Terorisme. Asing menginginkan kita saling menghancurkan. Asing ingin negeri kita ini tercerai berai. Kunci melawan semua itu adalah hukum harus ditegakkan seadil-adilnya, kemudian rakyat harus bersatu, bersatu dan bersatu, tandasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com