Lebih Baik Sekda Muda atau Tua? Birokrat Senior Ini Berpendapat

KUNINGAN (MASS) – Kaitan dengan bursa sekretaris daerah (sekda), salah seorang birokrat senior, H Suraja SE MSi, mau berpendapat. Dengan pengalaman yang dimilikinya, pria yang kini menjabat sekretaris dewan itu tahu betul siapa figure yang pantas diposisikan sebagai sekda.

“Sekda ke depan itu harus diterima oleh semua kalangan, baik oleh eksekutif maupun legislatif dan juga masyarakat. Kuncinya itu,” tandasnya kala ditanya kuninganmass.com usai rapat paripurna dewan, Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, sekda merupakan kepanjangan dari bupati. Dia yang akan mengomandani pelaksanakan seluruh program kegiatan bupati. Dengan begitu, otomatis seorang sekda harus diterima oleh semua kalangan.

Suraja tidak mau terjebak oleh usia muda ataupun tua. Siapapun kandidat sekda yang diterima semua kalangan, maka urusan muda ataupun tua tidak menjadi persoalan.

Betulkah HM Ridwan Setiawan (kepala DPrPP) paling senior diantara 13 pejabat yang memenuhi syarat? Suraja mengiyakan. “Memang pak Wawan (Ridwan Setiawan) yang paling senior dari 13 orang yang memenuhi syarat administrasi,” ungkapnya.

Meskipun tidak bertitel doktor, Suraja mengakui Ridwan juga memenuhi persyaratan. Berbeda dengan dirinya, Dadang Supardan (Pj Sekda) dan pejabat lebih senior lagi, usianya sudah melebihi 56 tahun sehingga tak memenuhi syarat.

Saat ditanya lebih baik bertitel doktor atau tidak, Suraja geleng-geleng kepala. “Kalau tingkat pendidikan mah, yang penting mampu melaksanakan tugas-tugas sebagai sekda. Nah dari 13 orang ini saya kira tak akan semuanya ikutan. Hanya yang punya jiwa petarung saja,” ujar dia.

Terlepas dari itu semua, Suraja berkeyakinan Bupati H Acep Purnama sudah punya standar dan tolok ukur terhadap siapa yang layak dijadikan sekda. Bupati, menurutnya yang bisa menilai terhadap anak buahnya.

“Engga juga. Saya kira seluruh kepala SKPD akan diperlakukan sama oleh bupati,” jawabnya saat ditanya soal peluang pejabat yang punya jasa besar memuluskan kemenangan paslon nomor 3.

Pada rapat paripurna siang itu tampak hadir Kepala Disdikbud, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi. Kebetulan dia termasuk salah seorang pejabat yang memenuhi syarat untuk diangkat jadi sekda. Namun kala hendak dikonfirmasi menyangkut bursa sekda, ia memilih untuk menghindar sambil melemparkan senyuman. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com