Ketua IDI: Pemudik Disiplin=Pahlawan, Pemudik Nakal=Penghianat

KUNINGAN (MASS) – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan dr H Asep Hermana mengeluarkan pernyataan pedas terkait masalah pemudik.

Ia menyamakan pemudik yang disiplin mengikuti karantina selama 14 hari adalah pahlawan. Sedangan sebaliknya yang nakal adalah pengkhianat.

Dokter bedah yang berkerja di RSUD 45 Kuningan itu mengakui, pernyataan ini harus diutarakan karena ada kasus baru yang  ditemukan, dimana ada kasus ODP yang merupakan warga Kuningan asli bukan dari perantau.

Ia terpapar dari anaknya yang mudik untuk menengoknya bapaknya.

“Tadi malam saya mendapat laporan dari dokter Eko spesialis paru, dimana beliau memeriksa seorang pasien. Ternyata orang yang diperiksa ini tidak mempunyai riwayat ke luar kota atau ke zona merah, Tapi ia  ternyata ODP,” ujar Asep Minggu (5/4/2020) kepada wartawan.

Yang menjadi pertanyaan ODP dari mana? Ternyata didapat dari anaknya yang baru pulang dari Jakarta.

Semua mengetahui bahwa yang namanya hubungan anak dan orang tua. Tapi semua juga mesti faham bahwa seorang pemudik dianjurkan untuk berdiam di rumah.

Namun mereka melanggar ketetapan ini sehingga yang tadinya mereka sayang  sama ayahnya justru mereka menjadi biang keladi dan menyebabkan ayahnya menjadi ODP. Hal ini yang ditakutkan terjadi di Kuningan.

Asep menerangkan, kenapa hal ini mesti diberitahukan kepada masyarakat, karena kalau hal ini terjadi,  maka kemungkinan di Kuningan akan terjadi transmisi lokal. Warga Kuningan untuk positif covid tidak perlu lagi datang ke zona merah.

“Cukup berdiam diri di Kuningan dan didatangi oleh saudara-saudara kita carrier yang mendapat virus corona dari luar. Ini lebih berbahaya. Nah, oleh sebab itulah kita coba tegaskan sekali lagi bagi rekan-rekan saudara-saudara kita para pemudik mohon cicing, jangan bergerak keluar rumah dulu,” tandasnya.

Andai kata bergerak keluar rumah justru inilah yang dikhawatirkan menjadi pemicu terjadinya transmisi lokal dan sulit untuk dikendalikan. Seperti halnya DKI Jakarta sudah terjadi transmisi lokal ini sulit untuk dikendalikan.

“Jadi bagi masyarakat bagi keluarga tolong bagi keluarga yang mempunyai saudara pemudik harus diawasi dan ingatkan tidak boleh keluar rumah,” tambahnya.

Bagi Ketua RT yang mempunyai warganya yang mudik mohon dipantau. Jangan sampai mereka berkeliaran karena tidak menutup kemungkinan 1 RT itu kena semua dan menjadi OPD.

Begitu juga bagi Kades dan Lurah mohon ini juga diperhatikan. Berapa banyak warga yang baru mudik dan juga harus diawasi karena tidak menutup kemungkinan mereka juga sebagai sumber penularan. Sekali lagi pihaknya tidak menuduh para perantau yang kembali ke Kuningan sebagai sumber penularan.

Tapi lanjut dia, fakta di lapangan dan data berbicara demikian, maka hari ini atas izin Kapolres pihaknya membuka permasalah ini ke publik dan ia tegaskan bahwa mereka yang para pemudik itu harus diawasi berjenjang, mulai keluarganya, RT, pemuda, aparat kecamatan dan desa setempat. (agus)