Diperiksa Jam 9 Pagi, Mantan Pejabat Kuningan Keluar Jam 4 Sore

KUNINGAN (MASS)- Salah satu mantan pejabat Kabupaten Kuningan yang diperiksa oleh Tim Khusus Kejagung RI adalah mantan Kepala Dinas PUPR Kuningan Ir H Jajat Sudrajat MSi. Pria yang kerap dipanggil Ajat itu diperiksa mulai jam 9 pagi dan keluar jam 4 sore.

Usai keluar dari ruang pemeriksaan Ajat pun langsung diserbu oleh para wartawan yang sudah menanti kehadiran dari suami Direktur RSUD 45 dr Titin Hartini itu. Ternyata pria yang juga pernah menjabat Kadis Perizinan dan Penanaman Modal itu sudah mengetahui ada wartawan.

“Bukan masalah kedinasaan ini masalah usaha yang saya geluti yakni usaha air minum. Semua pasti mengisukan masalah kedinasaan karena itu kenginan mereka yang tidak senang dengan saya,” ujar Jajat kepada wartawan.

Jajat mengaku, ia memiliki CV Nusantara Abadi yang usahanya begerak di usaha penjualan air minum. Mungkin banyak yang mengira CV itu adalah bergerak sebagai rekanan proyek.

Meski anaknya yang mengelola, tapi Ajat tercatat sebagai ownernya sehingga masalah transaksi keuangan menggunakan rekening tabungan atas namanya dan hal ini yang dicurigai oleh pihak PPATK.

“Setiap bulan selalu ada dana keluar masuk dan waktunya tidak lama. Karena saya pejabat maka saya dicurigai. Tapi setelah diterangkan kepada tim khusus Kejagung, mereka menjadi paham,” jelasnya.

Diterangkan, tiap akhir bulan selalu ada saldo dan dipindahkan ke tabungan. Hal itu kenginan bank  dan besoknya dana dipindahkan lagi. Seperti itu setiap bulan sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Untuk memastikan itu benar, saya bawa bukti dokumen. Bahkan, tadi ada 8 delapan orang yang dipanggil. Mereka itu distribusi,” jelas sambil menunjukan bukti tapi tidak mau di foto oleh wartawan.

Ia mengaku, meski keluar jam 4 sore tapi sebenarnya ketika dipintai keterangan hanya berlangsung 1 jam saja. Sisanya adalah yang delapan orang.

“Tadinya saya ingin pulang tapi dibawah ada wartawan saya tungguian. Eh ternyata hingga sore masih ada, jadi saya terpaksa pulang. Sekali lagi ini masalah usaha dan tidak ada yang salah,” jelasnya.

Jajat menyebutkan, dari usaha ini ada 120 orang yang bisa menafkahi keluarga. Usaha ini sudah lama dikelola sehingga jangan sampai ada yang menghubung-hubungkan dengan hal lain karena ia dari dulu ingin bermanfaat bagi orang banyak. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com