Di Kuningan Belum Ada Organisasi Penganut Syiah

KUNINGAN (MASS) – Bertempat di Aula Tirtawinata SH Kejari Kuningan, Rabu  pagi digelar rapat Tim Kordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat Kabupatan Kuningan tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kajari Kuningan L Tedjo Sunarno SH MHum,  Kasi Intel Kejari Kuningan Mahardika Rahman SH MH,  Kaban Kesbangpol Kuningan Dadi  Hariadi MSi , Pasi Intel Kodim 0615 Kuningan, Kasat Intelkam Polres Kuningan.

Lalu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Achidin Noor, Kasi Binmas Islam Kemenag Kuningan H Ahmad Fuazi,   Kabid Budaya Disdikbud Kabupaten  Kuningan  Dodon Sugiharto MPd. Rapat dibuka oleh Kajari.

Pada rapat tersebut  ada beberapa point yang disampaikan  dari semua pihak yang hadir. Seperti Kaban Kesbangpol Dadi Haryadi MSI  menyampaikan, terkait kondusifitas aliran Ahmadiyah di Kuningan selama tahun 2019 periode Januari-September 2019.

Sementara Kasi Binmas Kemenag H Ahmad Fauzi  mennjelaskan  terkait antisipasi penyebaran aliran kepercayaan masyarakat dan  menyampaikan ada 2 ponpes yang tergolong radikal serta tidak ada izin operasi.
 
Sedangkan Ketua FKUB Kuningan KH Achidin Noor menyampaikan  perkembangan aliran keagamaan di  Kuningan. Lalu, ada pengajuan izin rehab Gereja Katholik Santa Maria di Desa Talahab dan MUI mengizinkan perehabilitasian gereja tersebut.
Namun sebelum dimulai rehab harus ada rapat terkait perehaban gereja  yang diselenggarakan di kecamatan serta menghadirkan pihak-pihak terkait karena dikhawatirkan munculnya gejolak konflik antar umat sekitar gereja.
Ketua FKUB  juga menyampaikan  bahaya Syiah (aliran yg bertentangan dengan Islam). Untuk aliran tersebut di Kuningan belum ada perkumpulan / organisasi penganut syiah. Kemudian Kabid kebudayaan Disdikbud Kuningan Dodon  menerangkan, adanya perubahan paradigma dari pihak Paseban Tri Panca Tunggal diantaranya terlibat dengan kegiatan-kegiatna  daerah serta mulai membuka diri dlm hal kegiatan adat untuk mengikutsertakan masyarakat / pemerintah daerah.
“Desa -desa di Kabupaten Kuningan mulai banyak mengadakan even-even terkait kebudayaan yang menjadi potensi kemusyrikan dalam agama Islam,” ujar Dodon.
 
Kasat Intelkam Polres Kuningan tidak ketinggalan menyampaikan saling berkordinasi terkait pengawasan aliran kepercayaan masyarakat, serta memberi informasi terkait permasalahan dan pemicu permasalahan yg muncul dan yang akan muncul pada aliran kepercayaan masyarakat di Kuningan.
 
Pasi Intel Kodim 0615 Kuningan  menyampaikan dukungan terhadap tupoksi Kejaksaan dalam pengawasan aliran kepercayaan masyarakat Kuningan. Rapat  Timkor Pakem  sendiri beres  jam  11.25 WIB. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com