Akan Dilakukan Rutin Satu Bulan Sekali

KUNINGAN (MASS)- Meski menuai pro kontra, kegiatan pejabat menjadi pembina upacara  di SMA/SMK/MA  mendapatan respon yang luar biasa dari pihak sekolah. Para pejabat pun mengaku senang karena kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Bagus sambutanya dan mereka meminta supaya rutin berkunjung pembinaan ke sekolah-kesekolah. Apa kita sampaikan mereka sangat mendukung,” ujar Kadishub Dr Deni Haadani MSi.

Permintaan itu  akan ditindaklanjuti dengan kunjungan secara berkala ke sekolah-sekolah. Sebab, sangat penting dalam rangka untuk mendukung program keselamatan dan disiplin dalam berlalu lintas.

“Mereka usia milenila yang harus terus kita arahkan jangan sampai usia mereka gagal. Mereka masih mencarai itu yang kita harus pahami,” ujar mantan Kasatpol PP Kuningan itu.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Kuningan Dr Wahyu Hidayah, MSi mengaku kegiatan ini akan digelar selama satu bulan sekali. Hal ini sesuai dengan intruksi Bupati Kuningan H Acep Purnama.

Mengenai tugas menjadi menjadi pembina upacara bendera tujuannya untuk  memberikan pembinaan  tentang bahaya narkoba dan etika pergaulan sehari-hari agar terhindar dari perbuatan tidak terpuji. Lalu,  menangkal Hoax dan sosialisasi pemilihan umum serentak tahun 2019 kepada seluruh siswa SMA dan SMK se-Kabupaten Kuningan.

Dari pantauan kuninganmass.com,  di SMAN 1 Lebakwangi, Kabag Humas menyampaiakan kebanggaannya dapat berdiri menjadi pembina upacara yang menjadi bagian dari sekolah yang akan menghasilkan generasi Tangguh, generasi yang pantang menyerah, dan generasi yang penuh solusi.

Dalam membuka amanatnya Wahyu terlebih dahulu dibuka dengan membacakan pantun sebagai bentuk perkenalannya pada seluruh peserta upacara yaitu “Hayam Kalkun eta namina, Meser kendi kangge wadah uyah, Assalamualaikum kasadayana, Ti abdi Wahyu Hidayah”.

Menurutnya dalam menangkal Hoax, Wahyu sekaligus mensosialisaikan fungsi humas dan berpesan untuk selalu memviralkan kabar baik terkait keberhasilan dan prestasi yang diaraih khususnya di lingkungan sekolah. Selain itu dalam penggunaan media sosial harus lebih berhati-hati untuk tidak menyebarluaskan pendapat ujaran kebencian.

“Bahwa menurut hasil riset 61% berita hoax beredar, maka dari itu pada seluruh pelajar untuk selalu meningkatkan budaya literasi dan memahami isi  berita yang beredar mengenai kebenaran sumber yang jelas, karenanya generasi milenial menjadikan media sosial menjadi tempat utama memperoleh berita,” tandasnya.

Mengenai narkoba,  Wahyu  menyebutkan, hasil  survei bahwa 50 orang mati yang diakibatkan oleh penggunaan obat-obat terlarang narkoba. Maka dari itu pemerintah wajib mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan pelajar, karena di masa remaja dan sekarang, mempunyai rasa keingintauan dan rasa ingin mencoba yang tinggi.

Sementara itu, untuk Pemilu mantan pejabat di Bappeda itu, memberikan wawasan  bagi pemilih pemula di sekolah SMA/SMK, dimana 2 hari lagi bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi pemungutan suara pemilihan umum.

“Pemilu yang kita harapkan adalah pemilu damai, pemilu yang gembira dan pemilu yang aman, maka untuk mewujudkan hal itu perlu langkah kongkrit dari seluruh masyarakat diantaranya untuk menggunakan hak pilih,” jelasnya.

Di akhir amanatnya Wahyu menyampaikan Visi dan Misi Kabupaten Kuningan MAJU (Ma’mur, Agamis, Pinunjul Berbasis Desa Tahun 2023) pada seluruh peserta Upacara dan menutup dengan menggunakan pantun sekaligus untuk menghibur peserta upacara, yaitu “Pak taufik memakai kopiah, Koppiah dijahit yang utuh, Wabillahi Taufik Walhidayah, Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,”. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com