4 Tahun Hadir di Kuningan, Program Kerjasama USA-Indonesia Berakhir

KUNINGAN (Mass)- Setelah berlangsung selama empat tahun di Kabupaten Kuningan, akhirnya pada hari Kamis (25/5/2017) Program  USAID PRIORITAS berakhir.  USAID PRIORITAS adalah program lima tahun yang didanai oleh USAID, dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan dasar berkualitas di Indonesia.

USAID PRIORITAS adalah bagian dari kesepakatan antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Republik Indonesia. Program ini bekerja sama dengan mitra di tingkat nasional dan lokal untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pembelajaran di sekolah melalui program pendidikan pra- dan dalam jabatan.

Kemudian meningkatkan tata kelola dan manajemen pendidikan di sekolah dan kabupaten/kota. Lalu, meningkatkan dukungan koordinasi di dalam dan antar sekolah, lembaga pendidikan/ pelatihan guru dan pemerintah di semua jenjang.

Di Kuningan sendiri  program USAID PRIORITAS dilakukan 24 sekolah dengan melatih seluruh guru, kepala sekolah, dan komite sekolahnya yang mencapai 307 orang. Pemerintah daerah Kuningan sendiri telah berinisiatif melakukan diseminasi program ke 697 sekolah non mitra dan melatih sebagian gurunya berjumlah 5.596 orang.

Kini tersisa 206 sekolah yang sama sekali belum tersentuh. Namun jumlah guru yang belum terlatih mencapai 6.097 orang atau lebih dari separuh jumlah guru jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Kuningan.

Karena belum semua guru di 697 sekolah diseminasi mengikuti pelatihan. Untuk menjangkau separuh jumlah guru itu, diseminasi program USAID PRIORITAS ke depan menjadi komitmen pemerintah daerah Kuningan.

Koordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat Erna Irnawati mengatakan, USAID PRIORITAS telah melatih 38 orang fasilitator daerah (fasda) yang telah teruji dedikasi dan profesionalismenya dalam mengimplementasikan program.

“Para fasda ini merupakan warisan kami yang bisa difungsikan secara maksimal oleh pemerintah daerah untuk mempertahankan, melanjutkan, dan mengembangkan program,” tutur Erna.

Perempuan berkacamata itu, menyebutkan 24 sekolah mitra bisa memainkan peran sebagai Sekolah Praktik Baik yang bisa menjadi contoh dan rujukan studi banding bagi sekolah-sekolah non mitra.

Erna mengapresiasi pemerintah daerah Kuningan yang telah berupaya menambah fasda baru dengan melakukan training of trainers (TOT) terhadap 200 orang guru SD/SMP dan 60 orang guru MTs.

Menurut dia, ini merupakan bukti komitmen pemerintah Kuningan untuk menjaga sustainabilitas program dan mendiseminasikannya untuk menjangkau lebih banyak guru. Komitmen keberlanjutan program USAID PRIORITAS hendaknya tertuang dalam sistem perencanaan daerah (Renstra dan Renja).

Sementara itu, Bupati Acep Purnama mengaku sangat terkesan dengan kiprah dan kerjasama USAID dengan segenap pemangku kepentingan pendidikan Kabupaten Kuningan. Sambil mengapresiasi dan berucap terima kasih, Bupati meminta segenap pemangku kepentingan untuk berkomitmen mempertahankan, melanjutkan, dan mengembangkan program USAID PRIORITAS di Kuningan selepas program berakhir.

“Ibarat lirik lagu Pileuleuyan, ‘Paturay patepang deui,’ kita buat seolah-olah program USAID ini hanya berakhir untuk dimulai lagi. Caranya, semua kita harus berkomitmen untuk melanjutkan program yang sangat baik ini,” tutur bupati.

Bupati Acep juga menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan program USAID PRIORITAS dari sisi kebijakan. “Saya bertanggung jawab untuk mengawal keberlanjutan praktik-praktik yang baik hasil program USAID PRIORITAS dengan menyusun kebijakan yang bisa menjamin ketersediaan anggaran yang diperlukan dan mendukung dedikasi para fasilitator daerah untuk terus berkiprah,” tegas Acep.

Bupati yakin, sinergi yang solid antara DPRD, Bappeda, Pendikbud, Kemenag, dan semua lembaga terkait dapat memungkinkan keberhasilan Kuningan dalam mendiseminasikan program USAID PRIORITAS.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H Dian Rahmat Yanuar mengatakan,salah satu poin penting program USAID PRIORITAS adalah mencetak guru inspiratif, sosok guru yang bukan saja mampu mentransfer ilmu pengetahuan melainkan juga mampu memberikan inspirasi bagi kreatifitas dan kinerja siswa.

“Kuncinya adalah inovasi. USAID telah mendorong para guru untuk mampu melakukan berbagai inovasi pembelajaran dan para kepala sekolah melakukan inovasi manajemen,” papar Dian. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com