KUNINGAN (MASS) – Persoalan akses pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan. Salah satu kebutuhan yang disoroti adalah ketersediaan antibisa ular untuk mengantisipasi kasus gigitan ular yang dialami masyarakat di wilayah pelosok.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani SH MKn, saat menghadiri kegiatan IDI Mengabdi untuk Negeri Vol. 2 di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (29/8/2026).
Dalam sambutannya, Tuti mengapresiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan yang memilih Kecamatan Subang sebagai lokasi pengabdian setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Cibingbin.
Menurutnya, kehadiran para dokter spesialis sangat membantu masyarakat, khususnya warga di wilayah perbatasan dan daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
“IDI Mengabdi untuk Negeri sangat relevan dengan semangat kita bersama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat dan produktif menuju Kuningan yang melesat,” ujar Tuti.
Dalam kegiatan tersebut, IDI menghadirkan 18 dokter spesialis dan memberikan pemeriksaan kesehatan secara gratis kepada masyarakat. Pelayanan yang diberikan antara lain pemeriksaan kesehatan, EKG, USG, serta pemeriksaan jantung.
Selain layanan medis, masyarakat juga mendapatkan sejumlah bantuan, seperti bingkisan bagi ibu hamil, balita dan anak, serta sejumlah paket kacamata bagi warga yang membutuhkan.
Tuti menilai kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan organisasi profesi kesehatan. Ia menegaskan bahwa persoalan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.
Disela-sela sambutannya, Tuti turut menyampaikan persoalan yang masih dihadapi masyarakat di wilayah 3T. Ia mencontohkan kondisi pelayanan kesehatan di Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, yang menurutnya masih membutuhkan perhatian dari sisi sarana dan prasarana.
Tuti mengaku prihatin setelah mendapatkan informasi mengenai keterbatasan fasilitas dasar di salah satu pos pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
“Ini yang miris buat saya. Sementara Mandapajaya ini termasuk wilayah 3T dan banyak keluhan yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain fasilitas kesehatan, Tuti menyoroti kebutuhan masyarakat terhadap vaksin antibisa ular. Ia menyebut kasus gigitan ular masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan dan daerah dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas.
“Wilayah 3T ini, mereka sangat membutuhkan vaksin untuk antibisa ular. Itu salah satu yang di keluhkan masyarakat di wilayah 3T,” ujar Tuti.
Menurutnya, ketersediaan antibisa ular perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat yang menjadi korban gigitan ular dapat memperoleh penanganan dengan cepat.
Tuti berharap persoalan ini dapat menjadi bahan pembahasan dan kajian bersama antara pemerintah daerah, IDI, tenaga kesehatan, serta pihak terkait lainnya.
“Mohon ini menjadi perhatian kita bersama, karena tujuan kami di Pemerintah Kabupaten Kuningan salah satunya bagaimana kesehatan masyarakat bisa terlayani dengan baik,” tuturnya.
Di hadapan masyarakat dan para dokter yang hadir, Tuti juga mengajak warga memanfaatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis. Ia meminta masyarakat tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan serta berkonsultasi langsung dengan dokter mengenai berbagai keluhan yang dialami.
Tuti kemudian secara resmi membuka kegiatan IDI Mengabdi untuk Negeri Vol 2 yang berlangsung di SMPN 1 Subang, Kecamatan Subang. (didin)