Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Headline

Gelapkan Rp40 Miliar, Satu Rumah Mewah Disita Kejaksaan

KUNINGAN (MASS)- Terkait kelanjutan kasus dugaan penyalahgunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kejaksaan Negeri Kuningan melakukan penyitaan satu unit rumah dan bangunan.

Rumah dan bangunan yang disita itu berada di Jalan Lestari No 583 Bina Griya Indah Rt/Rw. 002/006 Pringlawu Kecamatan Pekalongan Kabupaten Pekalongan Barat.

Rumah itu milih Achmad Suhendrotomo yang merupakan tersangka dugaan penyalahgunaan dana KUR pada Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kuningan. Ia bekerja di KCP Kuningan dari tahun 2012 sampai dengan 2014.

Proses penyitaan rumah dan bangunan itu disaksikan oleh Ardhi Haryoputranto SH MH yang merupakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus selaku Jaksa Penyidik . Sedangkan, saksi lainya adalah Hestikariswasana.

“Penyitaan ini untuk dijadikan barang bukti dalam perkara Dugaan Penyalahgunaan Dana Kredit Usaha Rakyat JR) pada Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kuningan tahun 2012-2014 atas nama tersangka Rachmad Suhendrotomo SE,” jelas Kajari Kunigan Adhyaksa Darma Yuliano SH MH, Selasa (22/1/2019) yang menyebutkan, selain Jaksa Ardhy, ikut juga mendampingi Jaksa Dian dan Yana.

Sekedar informasi dalam prescon akhir tahun 2018, di Aula Kejari, Rabu (26/12/2018) menyebutkan, pihaknya sudah menetapkan tersangka tindak pidana dugaan korupsi penyalahgunaan dana kredit usaha rakyat di salah satu kantor cabang pembantu perbankan milik BUMN.

Untuk tersangka sendiri merupakan Kepala Cabang Pembantu sejak tahun 2012 hingga 2014. Adapun total nilai kerugian Negara lanjut dia, mencapai sekitar Rp40 Miliar.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Diterangkan, tersangka adalah kepala cabang pembantu waktu itu. Dengan insial RS dan kini sudah pensiun dan tinggal di Pekalongan Jawa Tengah.

Pihaknya tidak melakukan penahanan, karena masih menunggu kerugian riil dari BPKP Provinsi Jawa Barat. Selain itu tersangka saat ini masih koperatif sehingga tidak perlu penanganan.

” Dan yang terpenting adalah permintaan dari penyidik untuk meminta rekomendasi penahanan,” jelasnya.

Adhyaksa juga menjelaskan modus yang digunakan tersangka adalah memberikan kegiatan kredit usaha rakyat. Namun tidak sesuai dengan peruntukannya, atau bisa disebut dengan fiktif.

“Kemasannya dengan dalih usaha peternakan. Tentu harus ada nasabah dan nasabahnya ada sekitar 156. Sedangkan pinjaman rata – rata sekitar Rp300 juta-aan, Itu semuanya fiktif,” jelas Adhyaksa.

Mengenai uang pinjaman kredit masuk kemana? Adhyaksa menjelaskan uang itu masuk ke rekening sang empunya rekening. Namun begitu uang telah cair ke rekening itu, maka ada salah satu pihak yaitu koordinator yang menarik lagi uang itu dengan menjanjikan akan digunakan untuk kegiatan yang lebih menghasilkan lagi.

Saat ini lanjut dia, ntuk sementara baru satu orang ditetapkan tersangka. Bila dalam perjalan ada perkembangan lainnya maka nanti bisa disampaikan kembali.

” Yang pasti kasus ini dimulai penyelidikan pada awal Januari 2018 dan pada bulan Agustus kemarin sudah ditetapkan nama tersangka,” jelas Adhyaksa menerangan perkembangan kasus itu. (agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS)-  Kejari Kuningan Selasa (21/7/2020) menggelar upacara di Taman Makam Pahlawan Haurduni Kuningan.    Tampak Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan L Tedjo Sunarno MH beserta...

Government

KUNINGAN (MASS)- Ada yang tak biasa di halaman Kejaksaan Negeri Kuningan pada Rabu (15/7/2020) pagi, dimana bau ganja menyengat. Selain itu juga bau minuman...

Government

KUNINGAN (MASS)- Untuk mengantisipasi adanya pegawai yanga terpapar virus covid-19, Kejaksaan Negeri Kuningan menggelar rapid test. Kegiatan yang digelar Kamis (11/6/2020) diikuti juga para...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Geger kembali di Kuningan kejaksaan negeri memanggil kepala UPT KB yang sekarang UPTD pengendalian penduduk pemberdayaan perempuan dan perlindungan, yang sebelumnya...

Advertisement