KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 50 ikan dewa yang menjadi ikon Kabupaten Kuningan ditemukan mati di kolam yang terletak di Kawasan Wisata Balong Girang Cigugur, Kecamatan Cigugur. Hal ini membuat geger banyak pihak, mengingat keberadaan ikan dewa cukup istimewa di Kuningan sebagai ikon.
Kematian ikan ini diperkirakan disebabkan oleh adanya parasit cacing dan perubahan suhu yang ekstrem. Hal itulah yang disampaikan Kepala Bidang Perikanani Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, saat ditemui dilokasi pada Sabtu (31/1/2026).
“Setelah melakukan pengamatan, kami menemukan parasit cacing di dalam ikan yang mati. Itulah mungkin penyebab kematian ikan-ikan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kejadian serupa baru terjadi sekali dalam setahun terakhir ini. Dari observasi yang dilakukan, Denny menyebutkan terdapat cukup banyak ikan yang mati, mencapai hampir 50 ekor.
“Kita merasa prihatin karena kematian ini cukup banyak, sekitar 50 ekor dalam 3 hari ini, parasit cacing yang ditemukan dalam ikan-ikan itu menjadi alasan utama dalam ikan itu mati,” tambahnya.
Selain parasit, Denny juga menjelaskan kondisi kualitas air di kolam mempengaruhi kesehatan ikan. Kurangnya pakan juga menjadi faktor tambahan yang membuat ikan terlihat kurus dan rentan terhadap serangan penyakit.
“Debit air yang masuk sangat kurang dan sirkulasi airnya juga rendah. Hal ini membuat ikan mudah terserang penyakit, terlebih makanan yang dimakan ikan juga tidak bagus nutrisinya,” jelasnya.
Perubahan cuaca ekstrem juga disebutkan sebagai penyebab kematian ikan. Denny mengakui hujan yang terus-menerus dalam beberapa hari terakhir menciptakan situasi yang kurang baik bagi ikan.
“Mudah-mudahan ke depan ada beberapa perbaikan dalam kolam ini agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (raqib)







