Gara-gara P3K Tercatat Beli Ferrari, Bapenda Kuningan Kaget Terima Pajak Ratusan Juta Rupiah

KUNINGAN(MASS) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuningan mendapatkan kejutan dalam catatan penerimaan pajaknya beberapa waktu yang lalu. Dimana sebuah transaksi jual beli kendaraan dilaporkan menyumbang pendapatan hingga ratusan juta rupiah ke kas daerah dalam waktu sekejap.

Kepala Bapenda Kuningan, Drs Laksono Dwi Putranto, M Si, mengaku sempat kaget saat memantau data masuk pada sistem internalnya. Ia melihat ada angka pendapatan yang sangat mencolok dan jauh di atas rata-rata setoran pajak kendaraan pada umumnya di wilayah Kuningan.

Dalam wawancara di ruang kerjanya beberapa hari lalu, Laksono menjelaskan sistem portal milik Bapenda saat ini memang sudah bekerja secara real-time. Hal ini memungkinkannya memantau setiap rupiah yang masuk ke pendapatan daerah secara langsung.

“Awalnya ya kaget liat ada nominal transaksi pajak yang sangat besar dan tertulis satu unit kendaraan, dan ya terus memantau perkembangannya melalui system portal itu,” ujar Laksono kepada kuninganmass.com.

Rasa penasarannya terjawab keesokan harinya setelah viral adanya penjualan kendaraan mewah. Yang menarik, mobil supercar tersebut terdaftar atas nama seorang warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Kuningan. Alhasil, pajak kendaraan mewah tersebut secara otomatis masuk sebagai pendapatan daerah Kuningan.

“Iya kan kalau beli nya atas nama orang ber KTP Kuningan, ya pajaknya masuk ke Kuningan juga,” tambahnya.

Laksono menyatakan rasa syukurnya atas kontribusi pajak yang tidak terduga ini. Nilai ratusan juta dari satu unit mobil tersebut menjadi nilai tambah bagi pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak kendaraan.

“Saya sih bersyukur aja ada tambahan PAD dari pajak kendaraan itu kan sampai ratusan juta pajaknya,” pungkasnya. (raqib)