Disabilitas Tunanetra, Dani Panglong Nekat Maju di Kontestasi Calon Ketua BEM Unisa

KUNINGAN (MASS) – Meski punya keterbatasan penglihatan, Dani Haryanto alias Dani Panglong -pangeran lolong-, tak minder sama sekali untuk maju di kontestasi politik kampus.

Mahasiswa semester 5 Teknik Pangan di Unisa itu, baru saja mendaftar sebagai salah satu kandidat untum menjadi Ketua BEM. Ia mengambil formulir pendaftaran pada Selasa (1/9/2026) lalu.

Pada kuninganmass.com, Sabtu (5/9/2026), Dani bercerita banyak kenapa akhirnya memberanikan diri maju di kontestasi organisasi mahasiswa kampus. Sebelumnya, Dani juga memang aktif di organisasi Hima dan organisasi disabilitas.

Selain akan menjadi sejarah hidup pribadi, dan sejarah kampus Unisa jika Dani Panglong sampai berhasil meyakinkan rekan-rekan mahasiswa, Dani juga punya mimpi tersendiri bagaimana BEM bisa jadi wadah pendewasaan dan dinamika antar mahasiswa.

Ia kemudian mengutip Pasal 13 UU no 8 tahun 2016 tentang hak disabilitas berpolitik. Karenanya, meski dianggap nekad, Dani tampak optimis untuk maju di BEM Unisa.

Dani bahkan sudah menyiapkan akronim “LUNCAT” sebagai kata yang menggambarkan visi misinya kedepan.

L merupakan kepanjangan Leadership,
U untuk kata Unggul,
N adalah Nurani,
C artinya Creative,
A kepanjangan dari Agamis, serta
T yang berarti Tangguh.

“Dari yang saya serap, mahasiswa ini butuh katalis, penyalur aspirasi. Dan saya kira, melalui BEM lah aspirasi aspirasi itu dikawal, terutama di internal kampus,” ujar Dani.

Selain menempuh jalur formal sesuai prosedur di KPU Mahasiswa Unisa, Dani juga mengaku tengah berkomunikasi intens dengan berbagai pihak, terutama elemen mahasiswa di kampus.

Selain menggalang dukungan, Dani mengaju komunikasi yang tengah terus dilakukan ini juga bagian dari penyamaan persepsi serta penyerapan aspirasi, yang harapannya bisa terwujud di periode BEM kedepan. (eki)