Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Staff Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Umar. (Foto: eki)

Desa

Diisukan Ada Aparat Desa Terlibat di Perusahaan Pengelola Air Ilegal, Cikalahang Beberkan Fakta Air Dijual oleh PAM Kuningan ke Indramayu, Pertanian Terdampak Drastis

KUNINGAN (MASS) – Pasca diisukan adanya salah satu aparat desa yang terlibat di perusahaan pengolahan air illegal di Ciremai, Kepala Desa Cikalahang Kecamatan Dukupuntang Kusnan melalui staff desa Umar –perangkat desa yang muncul di konten KDM-, menantang balik PAM Tirta Kamuning Kuningan untuk menunjuk langsung siapa perangkat desanya, kantor perusahaan mana, dan mata air mana yang dikelola.

Tidak hanya menantang PAM Kuningan, pihak Cikalahang juga balik membeberkan fakta-fakta kekeringan area pertanian di wilayahnya (padahal salah satu desa penyangga Gunung Ciremai), setelah adanya pengelolaan air di Talaga Nilem dan Talaga Remis serta limpasannya, oleh PAM Kuningan untuk kerjasama dialirkan Indramayu.

“Saya gak ngerti dituding itu, aparat desa kita terlibat dalam PT, saya baru dengar nama PT nya juga. Bisa ditegaskan PT-nya dimana kantornya, perangkat desanya siapa, mengelola air dimana, monggo tunjuk langsung aja, sebut aja, kantornya disini, perangkat desa yang jadi karyawan si A, sebut saja kita terbuka,” kata Umar.

Bahkan, kata Umar, Kepala Desa Cikalahang sendiri sudah wanti-wanti di depan aparat desa, kalo ada yang main-main terkait uang desa dan menyangkut air bersih warga, konsekuensinya jelas dipecat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kalo untuk terdampak pertanian menurun kita by data dari tahun 2022 luas area pertanian 114 ha, dan di tahun 2025 hanya 89,03 ha. Jelas berdampak sekali semenjak hadirnya PT PDAM Tirta Kamuning,” ujarnya kala diwawancara, Kamis (22/1/2026).

Baca:

Meski mengaku tidak menganggap itu kesalahan murni PAM Kuningan, tapi dampak salah satunya dengan mulai hadirnya PDAM Tirta Kamuning jelas terkait dengan pengairan area pertanian sawah. Bahkan ada massanya sesama petani saling berebut aliran air yang jadi terbatas untuk area pertanian.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung soal pembagian debit air yang sudah diatur dalam UU Sumber Daya Air no 17 tahun 2019 bahwa 50% kembali ke alam, 30% masyarakat dan 20% komersil, dan ditegaskan bahwa hak-hak masyarakat harus lebih diprioritaskan terlebih dahulu, kedua ekonomi masyarakat, setelah terpenuhi itulah baru komersil

“Kita hanya meminta hak Cikalahang, agar dipenuhi dulu sebelum mengambil air yang akan disalurkan dari Kuningan ke Indramayu,” tegasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Umar kemudian memperjelas alasan kekhawatiran warga tidak kebagian air dari dua sumber mata air yang ada di Gunung Ciremai. Pasalnya, kontrak PAM Tita Kamuning dan Indramayu, debitnya mencapai 405 liter/detik. Sementara volume air di Talaga Nilem hanya 96 liter/detik, dan ijin yang didapat PAM Kuningan 9,6 liter/detik saja (sekitar 10%).

Begitupun dengan mata air Talaga Remis yang kapasitas debitnya hanya 287 liter/detik, dan ijin untuk PAM Kuningan hanya 28,7 liter/detik. Untuk mengejar sisa kontrak itulah, kenapa pada akhirnya penyebab kekeriungan di Cikalahang disangkakan ke PAM Kuningan. Apalagi, ijin pengelolaan air di limpasan mata air talaga nilem dan talaga remis “dikuasai” operator PAM Kuningan melalui perusahaan swasta PT Tirta Kuning Ayu Sukses (TKAS).

“Jelas lah (terdampak), logikanya PAM Tirta Kamuning ini mengikat kontrak dengan 400 liter per detik, sedangkan ijin yang diperoleh hanya 9,6 dan 28,7 liter.  Logisnya, itu kan sudah jauh sekali. Ditambah lagi dari air limpahan,” terangnya.

“Kalo ijin BBWS pun sama, walaupun tertuang (ijin pengolahan air limpasannya mencapai ) 153 dan 167 liter/detik, tapi itu penggunaan maksimal, bukan penggunaan yang memang warganya belum tercukupi, ya warganya diprioritaskan. Mereka sewenang-wenang, jadi imbasnya (warga Cikalahang) terdampak,” imbuhnya sembari mengingatkan prioritaskan masyarakat -bukan komersil- sesuai Undang-undang.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tudingan ke PAM Kuningan itu bukan ditegaskannya bukan tanpa bukti, saat itu pihaknya sempat sidak bersama BBWS, ternyata saluran yang harusnya ke masyarakat, ditutup oleh operator PAM Kuningan melalui PT TKAS dan dialirkan ke reservoir PAM Kuningan. Namun tutup itu, kata Umar, ternyata dibuka saat ada sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.

“Dan yang menjadi lebih parah lagi untuk tutup buka pintu pembagi saluran masyakat dan jalur mereka, itu dilakukan PT TKAS, itu jelas melanggar, kami ada video sidak, pintu pertama (di pintu pembagi). Apa yang terjadi? Dampak ke masyarakat, jelas kekurangannya drastis,” jelasnya.

Di akhir, Umar menegaskan pihaknya bukan anti terhadap PAM Kuningan. Ia hanya mengingatkan agar program yang berjalan, bisa ikuti aturan dan SOP yang ada, karena memang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia juga mengaku, Pemdes sudah berusaha duduk bersama, mengupas mengurai permasalahan, namun malah merasa seakan-akan dipermainkan.

“Sampai setelah sidak Gubernur, belum pernah ada komunikasi baik PDAM maupun TNGC secara resmi. Monggo (untuk tempat) kita pun siap, kita terbuka jelek-jelek gini kita punya desa, kantor,” akunya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ditanya peluang menempuh jalur hukum, Umar mengaku percara pemerintah dan pihak terkait punya itikad baik. Karenanya, pertimbangan untuk menempuh jalur hukum masih sangat jauh, harus diskusi dengan BPD, tokoh desa dan lain sebagainya. Ia juga melunak di akhir, dengan menegaskan bahwa duduk bersama adalah jalan yang ingin ditempuh. Baik Pemdes maupun PAM Kuningan, kata Umar, pasti merasa terganggu pelayanan masyarakatnya jika persoalan ini tak kunjung usai. (eki)

Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

You May Also Like

Religi

KUNINGAN (MASS) – DPD Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Kuningan melalui Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) menggelar kegiatan Qur’an Fest 2026 di Sekretariat DPD PKS...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan memiliki sekitar 900.000 lebih bidang tanah yang harus dikelola dan disertifikasi. Menurut data terbaru, hingga tahun ini, sekitar 500.000...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Setelah dua tahun terhenti, seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Kuningan akhirnya akan dilaksanakan kembali tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Di tengah wacana pembangunan desa yang kerap terjebak pada retorika program dan janji penataan, pemuda Desa Silebu, Kecamatan Pancalang justru menunjukkan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Candrika Adhiyasa, ahli lingkungan sekaligus konsultan lingkungan asal Kuningan, menyatakan pentingnya kepastian regulasi dalam penyadapan getah pinus di lereng Gunung Ciremai....

Bisnis

KUNINGAN (MASS) – Sosialisasi pembangunan kandang ayam oleh PT New Hope Indonesia pada Rabu (18/2/2026) di aula balai Desa Cihirup menjadi tempat. Dalam sosialisasi...

Desa

KUNINGAN (MASS) – IRMAS Jami Al Huda Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan, menggelar kegiatan Ramadhan Fair sepanjang bulan puasa tahun 2026 ini. Ramadhan Fair aendiri...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Lahir dan besar di Kabupaten Kuningan, da’i muda Jawa Barat ini bakal tampil ajang dakwah di TV nasional, AKSI (Akademi Sahur...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR) yang dirilis baru-baru ini, angka ketidakpuasan masyarakat ke kinerja aparat desa di Kabupaten Kuningan ternyata cukup...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Negara hukum (Rechtstaat) bukan sekadar negara yang memiliki aturan, melainkan negara yang mampu mendistribusikan keadilan secara proporsional. Dalam APBN 2026, pemerintah...

Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dalam survey Jamparing Research (JR), lembaga penelitian asal Kabupaten Kuningan, menunjukkan respon terhadap program MBG, belum meyakinkan. Pasalnya, meski lebih dari...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pendopo Kabupaten Kuningan kembali didatangi massa aksi, Jumat sore (20/2/2026). Aksi itu digelar sebagai bentuk refleksi satu tahun kinerja Bupati Kuningan....

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Lama tak terdengar, publik belum tahu bagaimana dan siapa yang akan menakhodai Baznas Kabupaten Kuningan. Kita sekarang sudah di bulan ramadhan,...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Di tengah dinamika kehidupan generasi muda, Nur Aisya Kilat Banyu yang kerap disapa Eca kini berusia 20 tahun dan sedang aktif...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Cipicung, Kecamatan Cipicung, pada Kamis (19/2/2026), sore. Insiden...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kuningan angkat bicara perihal skema rekrutmen “relawan” dalam Program Makan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Per akhir tahun 2025 kemarin, ada 40 organisasi kepemudaan yang aktif, dengan anggota berusia antara 16 hingga 30 tahun. Jumlah anggota...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Disebut-sebut aebagai yang paling diberi fasilitas oleh Waduk Darma sehingga menimbulkan gejolak diantara desa penyangga, Kepala Desa Jagara Umar Hidayat tenang...

Regional

KUNINGAN (MASS) – Manajer Waduk Darma Fivih Handayani selaku perpanjangan tangan dari PT Jaswita, badan usaha milik Pemprov Jawa Barat, mengaku berterima kasih dan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapan mahasiswa menyambut bulan suci Ramadhan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya Kuningan...

Pendidikan

KUNINGAN (MASS) – Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diwarnai dengan pesan kuat tentang pentingnya menjaga nalar kritis di tengah...

Mojang

KUNINGAN (MASS) – Natia, mahasiswi jurusan Akuntansi Syariah di UIN Syekh Nurjati Cirebon, baru-baru ini mendapatkan menyabet gelar Duta Baca Favorit Kabupaten Kuningan tahun...

Religi

KUNINGAN (MASS) –  Umat Muslim di Kabupaten Kuningan mulai mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dengan memperhatikan jadwal imsak dan waktu berbuka puasa...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan pelayanan kepada masyarakat, PT PLN (Persero) mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik terencana di beberapa...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Menanggapi polemik rencana pembangunan tower di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pihak kontraktor memberikan klarifikasi atas sejumlah tudingan yang beredar...