Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Inspiration

Dari Ruang Sidang ke Gerobak Dagangan: Cerita Lulusan S2 Hukum Jualan Bacimut

KUNINGAN (MASS) – Siapa bilang pendidikan tinggi bikin gengsi? Kalimat itulah yang mungkin pantas disematkan untuk Putri Jianti atau yang akrab disapa Pije. Perempuan yang lahir dan besar di Kuningan ini, merupakan lulusan S2 hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Meski pendidikannya mentereng, Pije tak sungkan untuk berjualan di gerobak. Tak ada gengsi, bagi Pije, jiwa wirausaha sudah tertanam sejak kecil. Meski begitu, perjalanan usahanya tidak semudah yang terlihat. Banyak rintangan dan tantangan yang harus dilalui, termasuk anggapan keterbatasan gender. Belum lagi, tantangan naik turunnya usaha yang pernah dijalankan sebelumnya.

Saat ini, Pije punya usaha BACIMUT (Baso Aci Imut). Tidak hanya satu tempat, usaha BACIMUT-nya ini punya cabang di beberapa wilayah seperti di Ciawi, Kuningan, Kadugede, Windusengkahan, Jalaksana, Luragung, Jatiwangi Majalengka, Cilegon dan cabang terbarunya yang baru launching baru-baru ini di Cirebon.

Perjalanan usaha Pije, dimulai sejak tahun 2015. Saat kuliah, Pije membangun brand pertamanya di bidang fashion yaitu CARAMEL HIJAB dan hingga saat ini masih berjalan. Usahanya berjalan dan membesar melalui online.  Dan saat ini, ia bergerak di bidang FNB, BACIMUT. Produk ini, aku Pije, terinspirasi sejak saya kuliah s2 di Bandung.

“Disana namanya basmut trus saya coba ulik sampai bisa bikin baksonya akhirnya saya buat brand sendiri, usaha ini dimulai bulan februari 2024 alhamdulillah baru 5 bulan udah ada 8 cabang dan hari ini grand openingnya cabang Cirebon, lokasi nya di alfamart depan Untag Cirebon,” sebut Pije.

Tidak hanya berbisnis, sejak kuliah Pije merupakan perempuan yang aktif di organisasi. Pije tercatat sebagai Pengurus Besar HMI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kuningan. Kiprahnya, banyak menjadi inspirasi terutama bagi perempuan di Kuningan untuk mengejar mimpi mereka dan mencapai kesuksesan.

“Sejak awal, saya selalu tertarik dengan dunia bisnis dan kewirausahaan. Awalnya, saya mulai dengan usaha kecil-kecilan saat masih kuliah, menjual produk lokal secara online. Pengalaman ini memberi saya wawasan tentang pentingnya memahami pasar dan kebutuhan pelanggan. Selama bertahun-tahun, saya terus belajar dari berbagai sumber, termasuk mentor dan komunitas pengusaha. Saya juga mengambil risiko dengan mencoba berbagai strategi dan belajar dari setiap kesalahan yang dibuat,” kata Pije.

Ditanya apa yang membuatnya bisa bertahan dan terus membesar sebagai wirausaha, Pije menyebut dua kata kunci, yakni semangat dan ketekunan. Ia mengaku selalu berusaha untuk tetap inovatif dan responsif terhadap perubahan tren. Pije juga mengaku bersyukur bisa menjalani profesi yang saya cintai dan terus berkontribusi pada sosial.

“Saya ingin menciptakan sesuatu yang tidak hanya bermanfaat bagi saya, tetapi juga berdampak positif bagi orang lain. Motivasi utama saya adalah hasrat untuk inovasi dan keinginan untuk membuat perbedaan. Melihat pelanggan puas dan bisnis berkembang menjadi sumber kepuasan tersendiri. Itu yang membuat saya terus semangat menjalani usaha ini,” ujar Pije.

Perempuan yang sempat mengenyam pendidikan sarjana di IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu mengaku banyak terinspirasi dari Andrew Carnagie. Pije mengaku terinspirasi karena keberaniannya dalam mengambil risiko , caranya dalam memimpin dan yang paling membuatnya terinspirasi adalah jiwa sosial yang tinggi melekat dalam pribadinya. Andrew Carnegie , kata Pije, menyumbangkan sebagian hartanya untuk pendidikan dan amal lainya.

“Menghadapi kegagalan dan rintangan adalah bagian tak terhindarkan dari perjalanan bisnis. Setiap kali menghadapi tantangan, saya berusaha melihatnya sebagai peluang belajar. Saya mengevaluasi apa yang bisa diperbaiki dan mencoba pendekatan yang berbeda. Saya juga percaya pentingnya tetap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan. Dukungan dari mentor dan orang tua sangat membantu saya untuk bangkit dan menemukan solusi baru. Dengan fokus pada tujuan jangka panjang, saya bisa melewati masa-masa sulit dan terus bergerak maju,” tuturnya.

Di akhir, Pije berbagi tips dan trik bagaimana ia bisa aktif sebagai akademisi sekaligus wirausaha. Ia mengaku, mulanya semuanya terasa menakutkan, tetapi seiring waktu, setiap langkah memberikan pengalaman dan pengetahuan baru.

“Melihat bisnis berkembang dari nol menjadi besar memberikan kepuasan tersendiri. Saya belajar pentingnya ketekunan, fleksibilitas, dan kemauan untuk terus belajar. Dukungan dari tim dan komunitas juga sangat berarti dalam perjalanan ini. Kesan yang paling menonjol adalah betapa dinamis dan menantangnya dunia bisnis, tetapi juga betapa memuaskannya bisa melihat hasil kerja keras dan visi menjadi kenyataan,” imbuhnya.

Ia juga berpesan pada sesama anak muda lainnya, tetaplah berani bermimpi besar dan jangan takut untuk memulai. Ia juga berpesan untuk pandai membagi waktu, menetapkan jadwal yang terstruktur dan membuat prioritas.

“Setiap perjalanan dimulai dengan langkah kecil, jadi mulailah dari apa yang bisa kamu lakukan sekarang. Kegagalan adalah bagian dari proses, jadi jangan biarkan itu menghentikanmu. Belajarlah dari setiap kesalahan dan teruslah beradaptasi. Temukan mentor dan bangun jaringan yang bisa mendukungmu dalam perjalanan ini. Yang terpenting, tetaplah setia pada visi dan nilai-nilai yang kamu percaya. Dengan ketekunan dan semangat, kamu bisa mencapai kesuksesan,” pesannya di akhir. (eki)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Business

KUNINGAN (MASS) – Bacimut atau Baso Aci Imut, olahan makanan berbahan dasar ikan tenggiri yang merupakan jajanan viral di Bandung, kini sudah hadir di...

Education

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 227 mahasiswa sarjana dan magister Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan, mengikuti prosesi Sidang Senat Terbuka (Wisuda) yang digelar hari...

Education

KUNINGAN (MASS) – Kementrian Agama Kabupaten Kuningan mungkin bisa berbangga, pasalnya 11 pegawai mereka mampu meraih gelar Magister secara serentak. Ke-11 pegawai itu, berhasil...

Business

KUNINGAN (MASS) – Kaula muda kiranya wajib belajar kepada ibu satu ini. Adalah Nani Kusnani, single parent berumur 53 tahun yang berprofesi sebagai pembuat...

Advertisement