Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Anything

Cocok Untuk Belajar dan Bermain Anak, Ada Wisata dan Outbound Pertanian di Sirung Waluh 

KUNINGAN (MASS) – Bagi kalian, keluarga, sekolah atau lembaga pendidikan yang masih bingung kemana tempat yang pas untuk bermain sekaligus belajar pertanian untuk anak, disini bisa jadi tempat yang tepat, Sirung Waluh.

Tempat yang satu ini, merupakan area pertanian yang ada di Dusun Cikopi Desa Cibinuang Kecamatan Kuningan. Tanah desa yang dikelola taruna tani ini, dibuka untuk wisata Agroeduwisata.

Salah satu penggagasnya, petani muda Didi Kurniasandi mengaku membentuk kelompok taruna tani untuk lebih mempopulerkan lagi dunia pertanian, terutama untuk generasi muda.

“Kami disini lebih fokus ke Labu Madu. Disini kita juga sediakan agroeduwisata, jadi pengunjung nanti bisa ikut panen petik sendiri, kan lebih seru. Kita juga kasih penyuluh pertanian,” tuturnya, baru-baru ini.

Sebagai area pertanian, seperti biasa diurus oleh teman-teman karuna tani yang ternyata notabene banyak remaja dan pelajar. Mereka, bersama belajar menanam, merawat tanaman, bahkan sampai mengolah hasil tanaman dan menjual produknya.

Labu Madu sendiri, merupakan jenis labu yang cukup jarang, apalagi di Kuningan, karena merupakan hasil persilangan.

Adapun sebagai jasa agroeduwisata, masuk ke tempat ini free HTM. Kecuali ikut panen, dihitung perkilo hasil petiknya. Atau pengunjung ingin wisata atau outbound pertanian. Bisa juga bahkan memesan liwetan untuk disana.

Selain pertanian, bisa juga pengunjung meminta demo pengolahan hasil panen hingga jadi produk yang siap dikonsumsi dan bernilai ekonomis seperti menjadi pudding atau minuman kekinian.

“Lebih enak hari weekend, bisa komunikasi dulu via Ig, Fb atau WA,” tuturnya sembari menyebutkan akunnya di @sirungwaluh dan kontak 0815-6064-021.

Didi mengatakan, di Kuningan sendiri sebenarnya cukup besar potensi dari area pertanian yang belum optimal dan belum punya nilai tambah. Dengan sentuhan anak muda yang kreatif dan inovatif, pertanian menjadi ‘ladang’ yang lebih produktif dan inovatif.

“Apalagi kan, secara kebutuhan. Selagi manusia hidup, butuh makanan. Dan kebutuhan pangan itu ya dari pertanian,” sebutnya. (eki)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Headline

KUNINGAN (MASS) – Hari ini, Kamis (26/1/2023), warga Kabupaten Kuningan digegerkan dengan beberapa isu penculikan terhadap anak. Isu penculikan yang menyebar itu, menyebutkan beberapa...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Pasca pengumuman PPS (Panitia Pemungutan Suara tingkat desa), akun resmi instagram KPU Kabupaten Kuningan (@kpukabupatenkuningan) mendadak “diserang” netizen. Berbagai oponi dan...

Government

KUNINGAN (MASS) – Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan sekaligus pengelola Mal Pelayanan Publik (MPP) Grha Linggarjati, Drs H Agus Sadeli M Pd mengatakan, sejak MPP...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Seorang warga Desa Kertawirama Kcamatan Nusaherang, meninggal dunia sore ini, Minggu (22/1/2023) pasca tertimpa longsor. Longsor sendiri, terjadi di Blok Gardu...

Advertisement