Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Incident

Cerita Pendaki yang Terjebak Kebakaran dan Diseruduk Babi

KUNINGAN (MASS)- Proses evakuasi terhadap 69 pendaki yang terjebak di tengah kebakaran hutan gunung Ciremai sudah beres dilakukan pada Kamis sore. Semua pendaki selamat dan mereka semua sujud syukur karena bisa kembali pulang ke rumah.

Pada Kamis (8/8/2019)  sore kuninganmass.com berhasil menemui tiga pendaki asal Kota Semarang Provinsi Jateng. Mereka terdiri dari Ahmad Riyadi, Haris dan Sobyan.

Ketiga pemuda berusia 25 tahunan yang berkerja di toko modern itu bercerita tentanga pengalamannya. Mereka berangkat hari Selasa dari Semarang menggunakan kereta api.

Lalu, turun di stasiun dan mencarter mobil sampai ke Pos Palutungan.

Pada Rabu pagi mereka mendaki dan sampai di Pos Pasanggarang jam 3 sore. Namun, pada saat sampai di pos itu diberikan informasi oleh pendaki yang baru turun dari puncak  bahwa di puncak terjadi kebakaran.

Mereka bertiga bersama dengan lima pendaki dari dua grup memutuskan istirahat di Pasanggaran di ketinggian 2.450 mdpl.

Selain masih shock dengan kejadian kebakaran, pada malam hari sekitar jam 9 malam ada insiden.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Insiden itu adalah tiga tenda mereka dirikan ternyata diserang oleh rombongan babi hutan. Untungnya pada saat kejadian delapan orang berada di luar tenda. Mereka tengah berbincang.

“Saya baru kali pertama mendaki ke Ciremai, ternyata mendapatkan pengalaman yang kurang enak, dimana tidak sampai ke puncak karena kebakaran. Lalu, kedua tenda diseruduk babi. Kemungkinan rombongan babi itu mencari makanan. Kebetulan kita pada saat itu tengah memasak makanan,” jelas Ahmad.

Meski tidak sampi ke puncak bagi Ahmad bersama dua rekannya keselamatan yang paling penting. Sebab, untuk mendaki masih ada waktu dan kesempatan.

“Yang lima sih sudah muncak karena mereka berangkat Selasa. Kalau kami kan Rabu pagi mulai naik,” jelasnya.

Mengenai pengalaman tenda diseruduk babi, bagi mereka bertiga merupakan pengalaman pertamanya selama mendaki berbagai gunung. Selama ini setiap mendaki selalu lancar.

“Setiap gunung memberikan pengalaman dan kenangan. Bagi saya meski tidak ke puncak namun sudah merasakan mendaki, ” jelasnya. (agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.

You May Also Like

Social Culture

KUNINGAN  (MASS)-  Wilayah Kabupaten Kuningan yang terdiri dari 32 kecamatan dan 376 desa/kelurahan banyak menyimpan peninggalan sejarah. Salah satunya dalah petilasan Pangeran Cakrabuana di...

Education

KUNINGAN (MASS)- Sebanyak tujuh orang anggota tarung derajat disabuk di puncak gunung Ciremai. Momen langka ini tentu membuat tujuh orang yang tergabung dalam UKM...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pernyataan Ketua DPRD Nuzul Rachdy SE terkait kerusakan gunung Ciremai pada saat sambutan Hari Jadi Kuningan ke 522 di Rapat Paripurna...

Government

KUNINGAN (MASS)- Mendaki gunung Ciremai itu merupakan sebuah tantangan. Selain gunung ini dikenal tertinggi di Jabar yakni 3.078 mdpl, juga tiket masuk ke Gunung...

Advertisement