Kisah Pemenang Motor di Festival Mie, Sebut Rejeki Anak Kedua

KUNINGAN (MASS)- Rejeki itu adalah misteri ilahi. Begitu juga dengan Neni Juhaeni (32). Pedagang mie aya yang terletak di  Belokan Winduhaji dan Cijoho sebelah barat itu. Ia mendapatkan hadiah motor dari Bogasari pada acara Festival Mie di Pandapa Paramartha Kuningan Minggu (30/6/2019).

Pada awalnya ia tak kuasa menahan haru saat panitia pengundian door prize menyebut nomor undian sama dengan kupon undian yang dia pegang. Ia hadir di sana sebagai pedagang mie ayam dan membeli kupon sebanyak 10 lembar.

“Alhamdullilah, ini rejeki anak saya kedua, yang masih dalam kandungan usia dua bulan,” ucap Neni usai menerima hadiah.

Neni dan suaminya, Dadi Mulyadi (33) adalah penjaja mie ayam Mekarsari sejak 2007. Dalam sehari mereka menghabiskan sekitar 20 kilogram mie.

Yang membuat Neni terkaget-kaget karena saat penarikan undian dan nomornya disebut langsung ada orangnya. Sementara undian lainnya, harus berulangkali dikocok lagi baru ada orangnya.

Selain Neni, warga dan pedagang mie ayam mendapat kejutan hadiah dalam pengundian hadiah Festival Mie Bogasari 2019. Hadiah juara satu untuk lomba penjaja mie ayam dimenangkan Mie Ayam Tunggal Rasa atas nama Roshayani (44). Juara dua diraih Mie Ayam Tunggal Rasa Bang Nono dan juara ketiga Mie Ayam Tunggal Rasa Toto Suharto (50).

Juru lomba penjaja mie ayam adalah Ahmad Darullah, Beatrix Soedibiyo, dan Nur Imansyah. Adapun hadiah untuk penemang berupa uang tunai masing-masing senilai Rp3 juta, Rp2 juta  dan Rp 1 juta.

Para penjaja dan pengunjung sangat antusias menyambut festival mie ini. Bahkan, sebelum pukul 11.00 siang, 4.500 porsi mi ayam habis terjual. Pengunjung berharap festival seperti ini terus dilaksanakan dengan jumlah porsi yang lebih banyak.

“Senang sekali rasanya makan mi ayam satu porsi seharga Rp 5.000 rupiah bisa bawa pulang mesin cuci,” kata Novi (18) beruntung mendapat Desa Kertaungaran  Kecamarna Sindangagung yang meraih hadiah door prize satu unit mesin cuci.

Sementaraitu, Erwin Sudharma, Wakil Kepala Divisi Bogasari bangga dan berterima kasih atas antusian warga Kuningan atas terselenggaranya Festival. Ia berharap ke depannya Bogasari akan melaksanakan acara seperti ini lebih meriah.

“Kami berharap melalui festival mie ini, masyarakat semakin mengenal keanekaragaman mie dan besarnya peluang usaha bagi masyarakat,” jelas Erwin.

Dikatakan, Kuningan merupakan kota ke empat menyelenggarakan Festival Mie Bogasari 2019. Sebelumnya penyelenggaraan serupa dilaksanakan Purwakarta, Bogor, dan Solo. Targetnya penyelenggaraan festival serupa di tahun ini dilaksanakan di 15 kota. (agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com