Barber Crown : Seni Memangkas Rambut

KUNINGAN (MASS) – Keberadaan barbershop di Kabupaten Kuningan memang bukanlah hal baru. Keberadaannya yang beriringan dengan kebutuhan setiap orang ketika merapikan rambutnya yang sudah tidak sesuai selera. Sebenarnya, sama nggak sih pangkas rambut dan barbershop?

Owner sekaligus haircut barbershop Crown Asep Hepi Purnama atau yang lebih dikenal Apev Crown berbagi tentang dunia pangkas rambut pada kuninganmass.com. Menurutnya, tak ada hal mendasar yang berbeda dari kedua istilah tersebut.

“Sama-sama potong rambut, beda di bahasa aja sebenarnya. Cuman kalo di Indonesia, biasanya kalo udah pake nama barber itu, fasilitasnya ditambah, pelayanannya juga, ada keramas, creambath, messej, dan pelayanan lainnya,“ ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, memotong rambut sendiri memang perlu skill khusus dan kegiatan dengan unsur seni. Meski ada pakem-pakem dalam memotong rambut, namun feeling sangat penting untuk seorang haircut.

“Apalagi jelas ya kalo hair stylish, jelas itu mah seni banget. Kebetulan, disini juga kita selain memangkas rambut costumer, kita berikan juga edukasinya,” terangnya saat ditemui di kediamannya, Cigugur.

Menurut penjelasan Apev, ada banyak hal yang mempengaruhi cocok tidaknya sebuah gaya rambut pada seseorang, bisa dari jenis rambutnya, juga dari bentuk wajahnya.

“Bentuk wajahkan banyak ya. Ada yang bulat, oval, kotak, dan diamond. Cuman ya yang paling cocok hampir ke semua gaya, yang proporsional lah, biasanya Oval. Dan di Kuningan ini, orang-orang sunda kebanyakan emang oval bentuk wajahnya,” jelasnya.

Apev, sebagai salah satu trendsetter barbershop sempat bercerita bahwa dulunya bekerja di pangkas rambut sebelum akhirnya berani membuka tempat sendiri.

“Kita mulai buka 2011, tapi saya 2008 belajar di pangkas rambut. Dan awalnya saya juga sama buka pangkas rambut, tapi kita berinovasi karena ingin beda,” imbuhnya.

Menariknya, Apev muda ternyata pernah bekerja di sebuah konter, meski sudah belajar pangkas rambut dan kembali belajar pangkas rambut sebagai pekerja selama 3 tahun.

“Kenapa tertarik membuka, ya pertama karena didukung juga oleh orang tua sih, terus kita kan liat peluang yang lumayan. Karena selagi rambut masih tumbuh ya akan ada terus yang butuh pangkas,” tambahnya.

Disebutkannya, style gaya rambut sendiri siklusnya berputar. Dirinya mencontohkan trend rambut saat ini banyak kembali pada tahun 80-an dengan sedikit modifikasi.

“Ngulang, balik lagi ke masa lalu, cuman ada modifikasi, disesuaikan,” ungkapnya.

Crown sendiri kini sudah memiliki 3 cabang, diantaranya terletak di Jl Pramuka, di sekitar pertigaan Cigugur, serta di Jl Ahmad yani Cipicung. Dirinya sampai saat ini masih berharap untuk mengembangkan usahanya, bahkan sampai keluar kota. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com