KUNINGAN (MASS) – Pasca audiensi pengelolaan pemanfaatan air dari Gunung Ciremai, Bupati Kuninan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menegaskan tidak akan memberhentikan operasional air meski terindikasi ilegal.
Jawaban itu nampaknya tidak membuat elemen masyarakat yang melakukan audiensi puas. Bahkan, pentolan ALAMKu (Aliansi Masyarakat Kuningan), Yusuf Dandi Asih, mendesak audit atas neraca air dari semua sumber air.
“Kalo tidak di berhentikan, kami minta komersialisasi air dari mata air Gunung Ciremai digratiskan khusus yang diperuntukan bagi hajat hidup orang banyak,” ujarnya, baru-baru ini.
Pengambilan air ini, kata Yusuf, bukan baru satu dua hari lalu, tapi sudah bertahun. “Lantas kenapa selama ini tida di rekonsiliasi bukan malah didiamkan, seolah ada unsur kesengajaan?” tudingnya..
Kepastian hukum diminta ALAMKu, jelas Yusuf, tentunya berbanding lurus dengan perundangan yang berlaku, karena di dasari pada ketersediaan debit yang kian menurun.
“Harus ada recheking atau audit atas neraca air dari semua debit yang hari ini di komersialisasi,” pintanya.
“Jangan sampai warga kuningan menjadi tikus yang mati di lumbung padi,” imbuhnya lagi. (eki)








