Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Bupati komentari insiden dugaan persekusi. (Foto: edit didin)

Headline

Bupati Dian Sesalkan Persekusi Terkait Polemik Penyadapan Pinus di Gunung Ciremai

KUNINGAN (MASS) – Polemik penyadapan getah pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), memanas setelah beredar video keributan di media sosial yang terjadi di kawasan Kantor Setda Kuningan, Kompleks Kuningan Islamic Center (KIC).

Menanggapi kejadian itu, Bupati Kuningan, Dr Dian Rahmat Yanuar, menyayangkan adanya tindakan dugaan persekusi dan intimidasi dalam dinamika persoalan tersebut.

“Saya menyesalkan atas kejadian persekusi seperti itu. Sebagai Bupati, saya tegaskan bahwa persekusi tidak boleh terulang, apapun bentuk tindakan intimidasi, saling meremehkan, atau saling mengadu tidak boleh. Kita sedang mengurai persoalan ini,” tegas Bupati Dian, Minggu (15/2/2026).

Dian menilai persoalan tersebut bukanlah masalah yang muncul secara tiba-tiba, melainkan sudah berlangsung lama. Ia mengaku telah berinisiatif menemui langsung Menteri Kehutanan guna mempertanyakan kejelasan persoalan serta tindak lanjutnya.

“Kenapa saya ke Menteri? Karena wilayah itu masuk kawasan TNGC, yang kewenangannya ada di pemerintah pusat. Waktu itu Pak Menteri langsung memanggil para Dirjen dan menginstruksikan agar segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Namun, hingga beberapa bulan berlalu, menurutnya belum ada keputusan atau pedoman yang jelas. Ia juga telah beberapa kali mengundang pihak TNGC untuk membahas persoalan itu, tetapi belum ada kejelasan final.

Dian menegaskan Kabupaten Kuningan memiliki orientasi pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut Gunung Ciremai sebagai “hati Jawa Barat” yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat Kuningan dan sekitarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saya ingin itu menjadi bahan utama dalam kebijakan, karena kalau berlarut-larut, saya khawatir terjadi konflik. Mereka semua adalah masyarakat saya, tapi saya ingin ada ketegasan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan telah kembali menyurati Kementerian pada akhir Desember lalu untuk meminta kejelasan terkait aspek legalitas. Kedatangan penasihat utama Menteri ke Kuningan, menurutnya, merupakan tindak lanjut dari surat tersebut.

Dian menambahkan pertemuan dengan penasihat utama Menteri sebenarnya bersifat terbatas bersama dinas terkait. Namun, situasi di lapangan berkembang hingga terjadi keributan.

Sebagai langkah lanjutan, ia telah memanggil kembali pihak TNGC, bertemu dengan LSM AKAR, dan berencana mengundang kelompok tani hutan untuk mencari solusi bersama.

“Saya ingin semuanya tetap kondusif. Kepala boleh panas, hati tetap dingin,” katanya.

Menurutnya, di hadapan jajaran kepolisian dan TNI, termasuk perwakilan dari Polres Kuningan dan Kodim 0615/Kuningan, ia menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan.

“Ini butuh aturan yang jelas untuk mengurai persoalan, kami sebagai kepala daerah terus berupaya. Kalau kewenangannya di kami, tentu akan segera kami bereskan,” pungkasnya. (didin)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Bencana bukan asumsi. Ia nyata, terukur, dan memiliki pola yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Setiap perubahan tutupan lahan, setiap alih fungsi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Di tengah polemik penyadapan getah pinus di kawasan konservasi, muncul petisi “Selamatkan Gunung Ciremai dari Komersialiasai Ilegal Berkedok Zona Tradisional”. Petisi...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Menyikapi pemberitaan seputar pemungutan HHBK getah pinus, Penyuluh kehutanan TNGC, Nisa Syachera angkat bicara. Dikatakan, Taman Nasional Gunung Ciremai ditunjuk pada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Kuningan Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian SH MH tegas mengatakan bahwa secara hukum, penyadapan getah pinus di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Polemik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya penyadapan getah pinus di zona tradisional kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, terus bergulir....

Desa

KUNINGAN (MASS) – Tiga kepala desa penyangga Gunung Ciremai angkat bicara mengenai polemik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya penyadapan getah pinus di...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pentolan LSM AKAR, aktivis pecinta lingkungan, Amalo, hampir dipukuli oleh sejumlah massa yang diduga penyadap pinus di Gunung Ciremai, Kamis (12/2/2026)....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu, H Nurpan SE M Si, menyayangkan adanya polemik...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bappeda Kuningan Purwadi Hasan Darsono M Sc, mengatakan pihaknya akan menghitung kapasitas daya dukung lingkungan. Purwadi,...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Persoalan pengolahan air di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), akhirnya dibahas dalam Rakor yang digelar di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pada Kamis (15/1/2025) Siang, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, tampak melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca audiensi pengelolaan pemanfaatan air dari Gunung Ciremai, Bupati Kuninan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si menegaskan tidak akan memberhentikan...

Wisata

KUNINGAN (MASS) – Kawasan wisata di kaki Gunung Ciremai masih jadi magnet pengunjung selama libur Natal dan tahun baru ini. Bahkan, satu tempat wisata...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), Toni Anwar, merilis progres kinerja pemulihan ekosistem di Taman Nasional Gunung Ciremai. Dalam paparannya,...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Di lereng gunung sering dianggap masalah teknis: masalah izin, tata ruang, atau pelanggaran administratif. Namun ketika kerusakan itu terjadi bertahun-tahun dan...

Sosial Budaya

KUNINGAN (MASS) – Dalam upaya konsisten mendukung kelestarian hutan Gunung Ciremai, Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Silihwangi Majakuning kembali melanjutkan kegiatan penanaman pohon. Kegiatan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sejumlah massa aksi melakukan unjuk rasa di depan kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNG) Kabupaten Kuningan, Rabu (10/12/2025) siang. Dalam...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Suasana haru menyelimuti puncak Gunung Ciremai pada 17 Agustus tahun 2025, saat para pendaki merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80 dengan mengibarkan...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Aktivis budaya dan lingkungan Incu Putu Pangauban Cisanggarung sekaligus anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Rana Suparman S Sos, mengaku kecewa soal maraknya...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Tidak bermaksud melakukan mistifikasi, di balik megahnya Gunung Ciremai yang tinggi menjulang hingga pucuknya mencapai 3.078 meter di atas permukaan laut,...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Akses jalan menuju sejumlah objek wisata di wilayah Botanika – Ciremai land dan sekitarnya, menjadi sorotan setelah sempat ditutup sementara oleh...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Tiga orang pendaki yang diketahui berasal dari salah satu Ponpes ternama di Kuningan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sempat tersesat...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) resmi mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Ciremai mulai tanggal 28 Oktober 2024. Keputusan ini...

Politik

KUNINGAN (MASS) – Sebuah aksi atraktif dilakukan oleh 10 pemuda asal Kuningan yang menancapkan baliho pasangan calon bupati dan wakil bupati HM Ridho Suganda...

Insiden

KUNINGAN (MASS) –  Kawasan utara Gunung Ciremai (sekitar kecamatan Pasawahan) selama ini jadi langganan kebakaran saat musim kemarau tiba.  Tidak tanggung-tanggung, dalam setahun area yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas BTNGC (Balai Taman Nasional Gunung Ciremai) Ady Sularso menyebut hamper tidak mungkin macan tutul yang muncul di Desa Gunungmanik Kecamatan...