KUNINGAN (MASS) – Komite Pemuda Asli Kuningan (KOMPAK), salah satu organisasi yang melakukan advokasi terhadap dugaan pelecehan siswi PKL, mengatakan bahwa persoalan tersebut kini telah selesai. Hal ini tercapai setelah seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk duduk bersama dan melakukan tabayyun (klarifikasi) demi mencari jalan keluar terbaik.
Ketua KOMPAK, Ferry Rizkiana, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas tercapainya titik temu ini. Proses musyawarah berjalan dengan kepala dingin dan mengedepankan asas kekeluargaan, sehingga kesalahpahaman yang terjadi dapat diluruskan secara benderang.
“Alhamdulillah, semua pihak telah bertabayyun. Kami bersyukur permasalahan ini bisa diselesaikan dengan damai dan penuh kearifan local,” ujar perwakilan KOMPAK, Minggu (30/8/2026) malam.
KOMPAK berharap peristiwa ini dapat menjadi iktibar dan pelajaran berharga bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemuda di Kabupaten Kuningan.
Ke depan, lanjut Fery, KOMPAK mengajak semua pihak untuk lebih bijak, saling menjaga kehormatan, dan mempererat tali silaturahmi demi menjaga kondusivitas daerah.
“Dengan adanya rilis resmi ini, KOMPAK menyatakan permasalahan tersebut telah selesai secara kekeluargaan dan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi membesarkan rumor yang dapat merugikan pihak-pihak terkait,” ajaknya. (eki)