CIREBON (MASS) – Pemandangan menakjubkan dan penuh haru tercipta di puncak Gunung Ciremai, atap tertinggi Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter berhasil dibentangkan dengan gagah oleh ratusan pemuda dan pecinta alam. Aksi ini menjadi simbol kuat penghormatan dan semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dari ketinggian.
Rasa syukur mendalam disampaikan langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan, Amir Biqih. Bagi tim penyelenggara, keberhasilan aksi ini bukan sekadar tentang rekor membentangkan kain panjang di tempat tinggi, melainkan tentang solidnya kerja sama dan kedisiplinan seluruh peserta.
“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya tentang berhasil membentangkan bendera di ketinggian 3.078 mdpl, tetapi juga tentang bagaimana seluruh peserta dan panitia mampu menjaga kebersamaan, kedisiplinan, serta tanggung jawab. Tentu masih ada kekurangan untuk evaluasi, tetapi secara keseluruhan kami sangat bangga,” ujar Amir Biqih kepada kuninganmass.com Selasa (18/8/2026).
Proses pembentangan bendera sepanjang satu kilometer di medan pegunungan tentu bukan perkara mudah. Faktor cuaca ekstrem, angin kencang, dan medan puncak Ciremai yang terbuka menjadi ujian berat bagi para petugas leader dan sweeper di lapangan.
“Tantangan terbesar adalah medan puncak yang terbuka serta faktor angin dan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan bendera sepanjang 1.000 meter, koordinasi antarpersonel sangat penting. Alhamdulillah, dengan kerja sama tim dan komunikasi yang baik, pembentangan dapat diselesaikan dengan aman,” jelas Raju.
Dari sisi keselamatan, tim medis dari PMI Korps Markas Sukarela Kota Cirebon bersiaga penuh selama tiga hari pelaksanaan di jalur pendakian. Medan Ciremai yang terkenal dengan tanjakan menukik dan melelahkan menjadi perhatian utama petugas medis.
“Penanganan medis dapat kami lakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Tidak ada peserta yang terluka parah, hanya keluhan kelelahan fisik akibat jalur pendakian yang cukup menukik,” ungkap perwakilan tim medis PMI Kota Cirebon.
Antusiasme dan semangat gotong royong tampak jelas dari seluruh komunitas yang terlibat. Kegiatan ini sukses menyatukan berbagai elemen, mulai dari Siswa Pecinta Alam (Sispala) hingga Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Dukungan mengalir dari Sispala Mayura SMKN 1 Jamblang, Sumingkir Alam MAN 2 Cirebon, Wanarabuana SMAN 1 Sumber, Gerakan Pramuka UIN Cyber Syekh Nurjati Cirebon, hingga Gemapala Ciamis.
“Pengibaran Merah Putih di Puncak Ciremai ini bukan semata-mata membawa bendera ke tempat tinggi. Ini adalah pesan tentang bagaimana generasi muda mengisi kemerdekaan dengan keberanian, kebersamaan, kepedulian pada alam, dan tanggung jawab. Kami berharap ini menjadi pengingat bahwa mencintai Indonesia harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” pungkasnya. (raqib)