KUNINGAN (MASS) – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) KMC Kuningan saat ini baru memiliki tiga program studi, namun ke depan siap melakukan pengembangan dengan menambah program studi baru, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Direktur Poltekkes KMC Kuningan, Dr Sulaeman MAg, usai melaksanakan wisuda pertama Vokasi Diploma III Poltekkes KMC, di Hotel Cordela Kuningan, Rabu (21/1/2026). Ia mengatakan, saat ini Poltekkes KMC memiliki tiga program studi aktif.
“Pertama fisioterapi, kedua gizi, dan yang ketiga manajemen informasi kesehatan,” ujar Dr Sulaeman.
Menurutnya, untuk jenjang pendidikan, fisioterapi dan Gizi merupakan program Diploma Tiga (D3), sementara manajemen informasi kesehatan merupakan Diploma Empat (D4).
Terkait penambahan program studi, Dr Sulaeman menyampaikan pihak kampus telah menyiapkan rencana penambahan program studi baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Rencana jangka pendek kami akan menambah satu prodi, dan rencana jangka panjang menambah dua prodi, kedokteran gigi dan kedokteran umum. Untuk jangka pendek ini masih rahasiakan,” katanya.
Selain pengembangan akademik, Poltekkes KMC Kuningan juga terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana kampus. Saat ini, kampus bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kuningan dengan memanfaatkan bangun eks Rumah Sakit Citra Ibu sebagai lokasi kampus sejak awal tahun 2026.
“Lantai pertama digunakan untuk manajemen, lantai dua untuk ruang kelas, lantai tiga untuk laboratorium, dan lantai empat untuk auditorium serta kegiatan kemahasiswaan,” jelasnya.
Pemindahan lokasi kampus sendiri, menurutnya, memberikan dampak positif terhadap semangat belajar mahasiswa dan kinerja dosen. “Alhamdulillah, mahasiswa dan dosen jadi lebih bergairah,” tuturnya.
Sementara itu, dalam hal manajemen kampus dan sumber daya manusia (SDM), Dr Sulaeman mengakui masih terdapat keterbatasan.
“Sebagai kampus baru, kami masih banyak kekurangan, terutama di SDM. Ada satu orang yang harus memegang dua posisi. Tapi ini karena langkah awal, mudah-mudahan kedepan masing-masing satu orang pokus ke satu kerjaan,” ujar Dr Sulaeman.
Ia juga menanggapi isu-isu negatif yang beredar di media sosial terkait keberadaan hal-hal mistis di lokasi kampus.
“Itu bohong besar. Tidak ada apa-apa. Saya dua minggu di sana tidak ada kejadian apa pun. Cerita-cerita itu tidak rasional dan hanya ada di media sosial,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dr Sulaeman juga menyampaikan pesan moral kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar, khususnya dalam mengikuti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
“Dunia kesehatan sekarang sudah berubah dengan pengaruh AI. Kami sudah membekali mereka AI, tapi AI terus berkembang. Jangan berhenti upgrade keilmuan,” pesannya. (didin)











