KUNINGAN (MASS) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan menggelar kegiatan membaca bersama sebagai upaya membangun kembali budaya literasi di kalangan mahasiswa, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Islamic Center dengan melibatkan kader PMII yang membawa buku masing-masing untuk dibaca dan didiskusikan secara ringan. Meski dikemas secara sederhana, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kembali minat baca di tengah kesibukan aktivitas kuliah dan organisasi.
Salah satu kader PMII Komisariat UNISA Kuningan, Adi Dimyati, menyampaikan bahwa pentingnya membaca tidak terlepas dari nilai-nilai dasar dalam Islam. Ia menuturkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca (iqra), yang menunjukkan betapa pentingnya aktivitas membaca dalam kehidupan manusia.
“Sebagai manusia, kita dibekali akal yang membedakan kita dari makhluk lainnya. Akal itu tentu perlu diasah dan diberi asupan, salah satunya melalui membaca. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi penting sebagai upaya membentuk insanul kamil yang berilmu dan berkesadaran,” ujarnya.
Sebagai mantan Ketua Rayon FIK Komisariat UNISA Kuningan, dirinya merasa bangga dan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan kader.
“Saya merasa bahagia dengan adanya kegiatan ini, dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus berjalan secara berkelanjutan, sehingga mampu mengembalikan kebiasaan lama yang kini mulai pudar di kalangan kader PMII,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII UNISA Kuningan saat ini, Hamid Jalalan Qodiri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kembali tradisi intelektual di lingkungan organisasi.
“Kami ingin PMII tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang aktif bergerak, tetapi juga sebagai ruang tumbuhnya pemikiran dan keilmuan. Kegiatan membaca bersama ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya literasi di kalangan kader,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat terus dilakukan secara konsisten dan melibatkan lebih banyak kader ke depannya. Menurutnya, membaca bukan hanya soal menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis terhadap realitas sosial.
Hal ini, katahya, sejalan dengan pemikiran yang menyatakan bahwa membaca merupakan cara untuk memahami realitas, bukan sekadar teks.
Selain itu, gagasan dalam Madilog juga menekankan pentingnya pola pikir logis dan ilmiah sebagai dasar perubahan sosial.
Melalui kegiatan ini, PMII Komisariat UNISA Kuningan berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan kader serta menjadikan organisasi tidak hanya sebagai ruang gerak, tetapi juga sebagai ruang belajar dan pengembangan intelektual.
Kegiatan membaca bersama ini direncanakan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya membangun tradisi literasi yang berkelanjutan di lingkungan mahasiswa. (eki)