Tokoh Pers Meninggal, Kuninganmass Ikut Belasungkawa

KUNINGAN (MASS) – Rabu insan pers yang ada di Indonesia dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya Jakob Oetama yang merupakan Pendiri Kompas Gramedia.  

Almarhum meninggal dunia dengan tenang di Rumah  Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading pada pukul 13:05 WIB pada usia 88 tahun.

Kuninganmass.com pun ikut berbelangsungkawa karena Jakob Oetama (JU) merupakan tokoh pers yang dinilai konsisten hingga hayatnya. Bahkan, almarhum selalu bangga dengan profesinya sebagai wartawan.

“Bagi saya Pak JU adalah salah satu legend. Mudah-mudahan konsistennya almarhum menjadi contoh bagi semua media di Indonesia untuk tetap ajeg hingga akhir hayatnya,” ujar Pimpinan Redaksi kuninganmass.com Deden Rijalul Umam.

Agus mustawan wartawan kuninganmasss.com ikut menambahkan, sosok JU merupakan bukti nyata suksesnya seorang wartawan yang selalu konsisten. Ini menjadi contoh bagi semua wartawan.

“Profesi wartawan mulia, makanya Pak JU selalu banggga disebut wartawan,” ujar pria berambut panjang itu.

Sekedar informasi Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Ia lahir pada 27 September  1931 di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah.

Saat belia cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya. Ia sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa, dan SMP Van Lith Jakarta. Minatnya menulis tumbuh berkat  belajar Ilmu Sejarah.

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur  majalah Penabur Jakarta. Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (P.K. Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi  spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965.

Hingga lebih dari setengah abad  kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak  pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan. Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi pengusaha karena Keberuntungan.”. (eki)