Pilih Mana Parkir Rp2.000 Bisa Setor Rp150 Juta ke PAD atau Parkir Tiap Titik Hanya Setor Rp30 Juta?

KUNINGAN (MASS)- Penggunaan parkir elektronik di Pasar Kepuh hingga Jumat sore belum beroperasi karena situasi tidak memungkinkan. Pengelola Parkir M2 memilih waktu tepat untuk beroperasi agar tidak menimbulkan gesekan atau demo oleh pihak yang tidak setuju.

“Kami juga sampai saat ini merasa aneh kok dulu setuju setelah diterapkan kok demo. Selain itu banyak yang menghembuskan sistem parkir perjam. Padahal plat Rp2.000 untuk motor, Rp3.000 untuk mobil dan Rp5.000 untuk box/truk,” jelas GM PT M2 Helmi Sopyan, Jumat (10/1/2020).

Sedangkan lanjut dia, untuk para pedagang dan ojeg gratis. Mereka hanya mengeluarkan uang Rp15 ribu biaya mengganti  kartu karena untuk masuk tentu harus ada kartu. Dengan sistem seperti ini apakah merugikan tentu tidak.

“Saya mau nanya, mending mana bayar parkir Rp2.000 bisa setor Rp150 juta ke PAD atau bayar tiap titik tapi hanya bisa setor Rp30 juta? Perlu diketahui retribusi parkir banyak bocor sehingga merugikan pemerintah dan kami ingin membantu Kuningan karena di dearah lain pun sukses sistem ini diterapkan,” jelasnya yang diamini oleh Kepala Cabang M2 Pasar Kepuh Nana Rambo.

Ia berharap semua pihak memahami situasi ini karena sejak awal ingin membantu. Apabila merasa keberatan pihaknya memberikan beberapa opsi yakni parkrir berlangganan yakni Rp25 ribu untuk motor dan Rp55 ribu untuk mobil. Bagi yang haya sekedar lewat pihaknya memberikan batas toleransi yakni dibawah  5 menit gratis.

“Kami pasti beroperasi lagi karena sudah kontrak Rp150 juta per tahun dan jangka kontrak selama lima tahun. Kami tegaskan segala lagi ingin membantu Kuningan,” ujarnya lagi.

Sementara itu, dari beberapa juru parkir yang ditemui oleh kuninganmass.com mengaku, dengan sistem sekali bayar  merugiakan mereka karena hanya mengandalkan gaji Rp1 juta/bulan dari perusahaan. Sedangkan kalau manual sehari bisa mendapatkan Rp100 ribu perhari.

“Sebulan Rp1 juta cukup apa? Meski untuk kebaikan PAD semua protes karena pendapatan minim. Situasinya pelik bagi juru parkir. Ia memang akan lebih irit bagi motor karena kemana-kamana hanya Rp2.000 tapi sistem sudah manual sejak lama, pokoknya kami ingin manual,” jelas petugas parkir yang minta tidak disebutkan namanya itu.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com