Antusias Mau Nonton Parade Hujan sampai Nadhif Basalamah, Harmoni Fest Malah Batal, Kini Tuntut Refund Tiket

KUNINGAN (MASS) – Sudah antusias mau nonton konser di Kuningan, bahkan sampai mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk booking tiket, acaranya malah batal.

Kalimat itulah gambaran kekecewaan yang dirasakan para pembeli tiket, penggemar konser, saat Harmoni Fest batal digelar di Kuningan.

Pasalnya, mereka sudah sangat berharap bisa menonton langsung musisi musisi kenamaan seperti Parade Hujan (Pusakata x Payung Teduh), hingga Nadhif Basalamah.

Selain kedua musisi itu, yang juga semula dijadwalkan memeriahkan panggung ialah Hypster, Air dan Bir, JVLIAB, STAEFA, dan Sanggar Seni DNR. Mulanya, Harmoni Fest dijadwal oada 16 Juni 2026 dan sempat diundur ke 28 Juni 2026, hingga akhirnya dikabarkan batal..

Dan karena batal, alhasil para pembeli tiket kini menumpahkan kekecewaan dan menuntut refund. Mereka sampai menyerbu kolom komentar di Instagram penyelenggara dengan beragam kekecewaab.

Yang disesalkan para penonton, tentu saja bukan hanya karena merasa di-PHP, ada yang memang sudah sengaja meluangkan waktu, cuti kerjaan, sampai booking hotel, di waktu konser seharusnya berlangsung.

Meskipun pada akhirnya hanya bisa kecewa, yang kini dituntut adalah refund tiket, pengembalian uang pembelian. Rasa kecewa itulah yang juga nampak dari Widya Rahma Ivanka Talumeva, salah satu pembeli tiket.

“Harmonifest dana refundnya belum balik sampai sekarang. (Acaranya batal?) Gagal, tiba-tiba dibatalin gitu aja h-7 tuh. Alasan nggak jelas,” keluh Ivanka, baru-baru ini.

“Pak Bupati ditag beberapa kali belum ada respon, padahal sebelumnya beliau bikin postingan konser soal harmonifest,” imbuhnya lagi.

Ia mengaku sudah membooking tiket VIP. Ivanka mengaku, ia memang sudah merasa sangat excited, apalagi jarang sekali ada konser di Kabupaten Kuningan, dengan musisi nasional yang sesuai seleranya.

Yang kemudian ia sayangkan, penanggung jawab acara justru memblokirnya hingga tak bisa menghubungi. Padahal, dana refund tiket yang ia dan rekannya beli seharga Rp 359 ribu, belum juga kembali.

Sementara, penanggung jawab sekaligus inisiator kegiatan, inisial Q, hingga berita ini dirilis belum memberikan tanggapan apapun kala coba dikonfirmasi oleh kuninganmass.com via seluler.

Jawaban justru datang dari panitia lain, Wildan. Ia memastikan, proses refund sebetulnya sudah berjalan, namun memang secara bertahap.

“Ga bisa langsung semuanya di refund dalam satu waktu, bukan karena kami tidak ingin refund semua, tapi karena keterbatasan dana, karena inisiator acara (inisial Q) diduga menyalahgunakan dana tiket tanpa sepengetahuan panitia sebelumnya, dan baru ketahuan setelah Q susah dihubungi,” jawabnya.

Sebagai panitia, Wildan mengaku pihaknya memposisikan diri untuk membantu proses refund kepada pembeli tiket yang uangnya belum kembali.

“Kami masih di sini, dan beritikad baik. Saat Q susah dihubungi, kami berusaha menghubungi keluarga Q untuk meminta pertanggungjawaban refund. Namun belum membuahkan titik temu,” jelasnya. (eki)