KUNINGAN (MASS) – Dugaan kelalaian di area dapur kembali memicu kebakaran rumah warga di Dusun Wage, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, ludes dilalap si jago merah akibat kompor gas yang ditinggalkan dalam keadaan menyala pada Jumat (6/11/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat saksi tetangga korban, Sujana (35), yang sedang beristirahat dikejutkan oleh munculnya kobaran api dari arah dapur rumah Kusman.
Ia berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya, namun kobaran api sudah terlanjur membesar hingga membakar bagian atap bangunan.
Saat musibah terjadi, rumah berukuran 12 x 6 meter persegi tersebut hanya dihuni oleh sang anak, Dika Prasetya (12). Sementara itu, kedua orang tuanya, Kusman dan Entin (42), sedang berada di luar kota.
Melihat kian membesarnya kobaran api, Kepala Dusun Wage, Suherman, langsung menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan guna meminta bantuan pemadaman darurat.
Menerima laporan tersebut, 13 personel piket Regu 2 Damkar Kuningan beserta armada pemadam langsung diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung selama 45 menit dengan bantuan jajaran Polsek Lebakwangi, Koramil, Satpol PP BKO, aparat desa, dan warga setempat meski sempat terkendala akses jalan yang cukup sempit.
Penyebab utama kebakaran dipastikan akibat faktor human error, di mana kompor gas ditinggalkan menyala terlalu lama hingga lidah api menyambar kain gorden di dekat dapur dan merambat cepat ke seisi rumah.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengonfirmasi seluruh penghuni selamat dan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materiil terbilang cukup besar.
“Total estimasi kerugian ditaksir mencapai Rp 115.050.000, meliputi bangunan fisik rumah berukuran 72 meter persegi beserta berbagai perabotan elektronik, kasur springbed, hingga barang berharga di dalamnya,” ujarnya dalam laporan.
Andri mengingatkan seluruh warga agar makin waspada dan disiplin mematikan kompor maupun memeriksa instalasi gas sebelum meninggalkan area dapur. Ia mengimbau masyarakat agar tidak pernah mengabaikan potensi bahaya kebakaran dari kompor maupun kelistrikan rumah tangga.
“Penyebab kebakaran akibat kompor menyala yang ditinggalkan cukup lama hingga menyambar gorden. Kami imbau masyarakat selalu memeriksa kompor dan regulator gas, serta pastikan mati sempurna saat ditinggalkan,” pungkasnya. (raqib)
