KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 231 mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan mengikuti Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-XI Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) yang berlangsung di Diva Convention Hall, Kabupaten Kuningan, Sabtu (7/11/2026).
Wisuda tahun ini diikuti lulusan dari 14 program studi, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, kesehatan, hingga teknik.
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi penyumbang wisudawan terbanyak dengan 49 lulusan, disusul Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) sebanyak 32 lulusan, serta Program Studi Gizi sebanyak 29 lulusan.
Selanjutnya, Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) masing-masing meluluskan 23 orang. Kesehatan Masyarakat (Kesmas) sebanyak 15 orang, Teknik Informatika 12 orang, Perbankan Syariah 11 orang, Teknik Mesin 11 orang, Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) 6 orang, Teknologi Pangan 5 orang, Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) 4 orang, serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) 4 orang.
Dalam sambutannya, Rektor UNISA Kuningan Dr Nurul Iman Hima Amrullah MSi menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta pengorbanan panjang selama menempuh pendidikan.
“Penyerahan toga hari ini bukan sekadar formalitas akademik, melainkan tanda bahwa Saudara telah berhasil menaklukkan satu tahapan penting dalam hidup,” ujar Rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para orang tua dan wali wisudawan yang dinilai memiliki peran besar dalam keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari tetesan keringat, pengorbanan, serta doa orang tua yang terus mengiringi perjalanan pendidikan mereka.
“Keberhasilan para wisudawan yang duduk tegak di ruangan ini hari ini adalah buah manis dari tetesan keringat, pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya, serta doa-doa di sepertiga malam yang tak pernah putus dari Bapak dan Ibu sekalian,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Rektor juga mengingatkan para lulusan agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, terutama di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, dan pengolahan big data.
Menurutnya, dunia industri saat ini tidak lagi hanya mempertimbangkan ijazah maupun nilai akademik, tetapi juga menuntut kemampuan lulusan dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Ia menegaskan, gelar sarjana maupun magister bukanlah jaminan untuk berhenti belajar. Sebaliknya, gelar tersebut menjadi bekal untuk terus meningkatkan kompetensi melalui kemampuan berpikir kritis, kecerdasan emosional, ketahanan mental, serta pengembangan keterampilan atau reskilling dan upskilling.
Meski demikian, Nurul Iman menekankan bahwa kecanggihan teknologi harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurutnya, akal budi, adab, dan empati merupakan nilai yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan. Karena itu, lulusan UNISA Kuningan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter dan akhlakul karimah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman moral dalam kehidupan profesional, dengan menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan amanah.
Selain itu, para lulusan diharapkan tetap membawa nilai-nilai kearifan lokal Kuningan, termasuk kepedulian sosial, kerendahan hati, dan perhatian terhadap lingkungan, di mana pun mereka berkarya.
Di hadapan para wisudawan, Rektor menyampaikan empat pesan penting sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pertama, menjadi pembelajar sepanjang hayat atau lifelong learner dengan terus membaca, meneliti, dan memperluas wawasan. Kedua, menjadi pencipta peluang atau value creator, bukan sekadar pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan lapangan pekerjaan dan menghadirkan solusi bagi persoalan sosial ekonomi.
Ketiga, menjaga jejaring dan membangun kolaborasi melalui Ikatan Alumni UNISA Kuningan. Keempat, menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan kualitas, prestasi, serta perilaku yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali wisudawan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UNISA Kuningan dalam mendidik dan menempa putra-putri mereka.
Ia berharap seluruh lulusan Wisuda ke-XI mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, berkontribusi bagi masyarakat, serta menjadi generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing global.
“Semoga Universitas Islam Al-Ihya Kuningan terus maju, berkembang pesat, dan senantiasa menjadi benteng pencetak generasi unggul yang beriman, bertakwa, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (didin)
