Asap Kebakaran Ganggu Jalan Raya Nanggerang-Karangmangu, Wabup Tuti Imbau Warga Waspada

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran lahan yang dipenuhi limbah batok kelapa dan serbuk kayu terjadi di Jalan Raya Nanggerang-Karangmangu, Desa Nanggerang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jumat (23/10/2026) sore. Kebakaran itu mengganggu pengguna jalan akibat kepulan asap tebal dan membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk proses pemadaman dan pendinginan.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, turun langsung memantau kejadian tersebut. Ia menyayangkan terjadinya kebakaran, terlebih saat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai masih berlangsung.

laporan kebakaran sendiri diterima petugas Damkar Kuningan setelah Kepala Desa Nanggerang, mendapat informasi dari Suhenda selaku pemilik lahan.

Petugas pemadam kebakaran kemudian menerjunkan lima personel dari Regu 3 untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Proses penanganan berlangsung sekitar tiga jam dengan menghabiskan tiga tangki air atau sekitar 10.500 liter.

“Material yang terbakar berupa sampah batok kelapa dan serbuk kayu dengan kedalaman sekitar delapan meter, sehingga proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu serta pasokan air yang cukup banyak,” ujar Kepala Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah.

Proses pemadaman turut dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas, jajaran Polsek Jalaksana, aparat desa, serta warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut Andri, dari pengumpulan bukti dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Adapun dampak yang tercatat berupa asap kebakaran yang mengganggu pengguna jalan raya dan warga di sekitar lokasi.

Wakil Bupati Tuti Andriani mengingatkan kondisi lahan yang kering berpotensi membuat api cepat menyebar dan mengancam lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di area lahan kering.

“Jangan membakar sampah, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar,” imbau Wabup Tuti.

Tuti juga menyampaikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran, jajaran kepolisian, dan masyarakat yang sigap membantu proses penanganan. Menurutnya, kepedulian dan tanggung jawab bersama sangat dibutuhkan untuk mencegah kebakaran meluas serta menghindari kerugian yang lebih besar.

Ia berharap masyarakat tidak meremehkan potensi munculnya api, sekecil apa pun, terutama selama kondisi lahan masih kering dan penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai belum sepenuhnya tuntas.

“Jangan sampai kelalaian kita menimbulkan bencana yang merugikan banyak orang,” pungkasnya. (didin)