LMS 2026 Peroleh Apresiasi Kemenko Perekonomian: 235 Juta Pengguna Internet Jadi Peluang Besar

JAKARTA (MASS) – Suara.com bersama International Media Support (IMS), sebuah organisasi nirlaba asal Denmark yang mendukung kebebasan pers, menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 (22-23 Oktober) di Manhattan Hotel Jakarta.

Pada hari kedua LMS 2026, hadir Haryo Limanseto, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

“Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi kepada Suara.com dan International Media Support (IMS) atas penyelenggaraan forum ini sebagai wadah kolaborasi dan memperkuat ekosistem industri media lokal yang mandiri dan berkelanjutan,” papar Haryo Limanseto mengawali pidatonya.

Ia melanjutkan, tema yang diangkat, yaitu “Beyond Reach from Discovery to Community Trust and Sustainability” dirasakan sangat relevan dengan perkembangan digital saat ini.

“Media lokal diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan informasi tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat komunitas dan menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha di daerahnya masing-masing,” kata Haryo Limanseto.

‎Dengan 235 juta pengguna internet pada 2026, sambungnya, media lokal tentu berpeluang memperluas promosi produk UMKM-nya, pariwisata, dan potensi keunggulan daerah. Kemitraan dapat digembangkan melalui pemasaran digital, produksi konten kreatif, dan kegiatan komunitas sebagai sumber pendapatan baru dari media lokal.

‎”‎Kami berharap Local Media Summit 2026 ini dapat menghasilkan kolaborasi dan langkah nyata untuk memperkuat kemandirian industri media lokal. Dengan semangat inovasi dan tetap menjaga kepercayaan publik, media lokal diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional itu sendiri,” kata Haryo Limanseto.

LMS 2026 sendiri adalah sebuah kegiatan berkesinambungan yang digelar Suara.com dengan tujuan turut menggairahkan para pewarta atau jurnalis dari media lokal agar terus berkembang.

“Kami menggelar berbagai  workshop, training, coaching, juga masuk ke level media-media newsroom,” demikian jelas Suwarjono, CEO dan Editor-in-Chief Suara.com saat Opening Ceremony LMS 2026, di Manhattan Hotel Jakarta, hari pertama, Kamis (22/10/2026).

Dalam kegiatan tahunan yang berlangsung perdana mulai 2022 ini, hari pertama LMS 2026 menampilkan workshop, konferensi, talkshow, dan networking night. Sedangkan hari kedua, Jumat (23/10/2026) menghadirkan keynote speech, learning session, dan talkshow.

Yekti Hesti Murti dari UNESCO tampil dalam learning session bertajuk “Beyond Social Media Management (Content – Development – Monetization)” dengan sudut pandang  ICCPR (International Covenant on Civil and Political Rights atau Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik). Yaitu perjanjian internasional multilateral yang mewajibkan negara-negara anggotanya untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak sipil serta politik setiap individu.

Dalam membagikan sebuah berita, terdapat pemahaman Freedom of Expression, Freedom of Press, Safety of Journalists, dan Media Development. Di mana aturan sosial dan norma hukum berlaku sama di ruang nyata maupun ruang digital.

“Freedom of expression di kedua ruang ini sama. Tidak ada pembedanya,” jelasnya.

Salah satu hal mengemuka dalam menampilkan konten adalah munculnya hate speech. Sampai saat ini, rumusan penggolongan hate speech terus berkembang. Antara lain menyangkut gender, ras, etnis, sampai identitas sosial.

“Hate speech dapat mengancam perdamaian dalam kehidupan sosial,” tandas Hesti, sembari mencontohkan bahwa di dunia jurnalistik propaganda perang mesti dibatasi karena bisa mengakibatkan kerusakan yang semakin besar.

Kemudian dalam Learning Session 1 yang bertajuk “Digital Assets and Security For Young Content Creators”, Nenden Sekar Arum, Direktur Eksekutif Safenet menyatakan pentingnya menjaga semua hasil kerja digital agar tidak mengalami hack yang dilakukan para pelaku  kejahatan siber.

Dalam Learning Session 2 berjudul “How to Manage Community & Regional Event” tampil Saptini Darmaningrum, Direktur Bisnis Berita Jatim.

Ia menyatakan traffic media online bisa naik atau turun. Akan tetapi, menjaga relasi terus dibutuhkan agar media tetap bisa bertahan. Termasuk aktivitas relasi bisnis seputar industri, pemerintahan, juga klien sehingga mampu menggarap kontrak atau kerja sama dalam wadah bisnis.

Dalam Learning Lesson 3 berjudul “Beyond Search: From SEO to GEO Adaptation”, tampil Andrei Bhayu, Head of Tech Development Suara.com.

Disebutkan bahwa pengembangan SEO memberikan peluang untuk monetisasi. Yaitu bertindak sebagai konsultan, antara lain seperti saat mengunggah artikel bisa dicari tahu apakah kompetitor telah menurunkan materi yang sama. Lewat langkah coaching untuk klien ini, bisa dikembangkan layanan visibilitas dan prompting.

Dalam sesi Pitch Session, Eva Danayanti, Country Manager IMS Indonesia sekaligus Dosen Universitas Media Nusantara (UMN) menampilkan Pitch Youth Media. Di mana ada empat grup yang mempromosikan media mereka, antara lain bidang politik, perawatan satwa, sampai informasi lalu-lintas. 

Kemudian sesi talkshow hari kedua hadir dengan topik “Youth Media in the Future of Sustainable Information Ecosystem” yang menghadirkan pembicara Yodan Pranata, Founder The Tribes, Kezia Laurencia, Representatif Ultimagz-UMN, serta Arif Budianto, Founder ISMN.

Yodan Pranata menyatakan dibutuhkan sebuah identitas, di mana tidak menjadikan homeless sebagai media penyebar hoaks, dan bekerja dengan standar seperti media mainstream.

Sedangkan Arif Budianto menyatakan jangan takut bertransformasi atau berkolaborasi, sehingga bisa membangun ekosistem media yang kredibel di Indonesia. Ia sendiri mengumpulkan homeless media karena merekalah yang paling adaptif terhadap audiens, merangkul mereka untuk memberikan edukasi kejurnalistikan. Harapannya mampu mempertahankan ekosistem media di masa yang akan datang.

Sedangkan konferensi penutup bertajuk “Beyond Media Business: Innovative Local Wisdom Revenue Model” yang menampilkan Muhammad Abduh, Pemimpin Redaksi Pantura Post, Wiwi dari Pontianak Info Media, Annisa Rahmatillah, CEO Sukabumi Update, serta Abdul Qohar, CEO BlokBojonegoro.

Dalam sesi ini, para pembicara menyatakan pengalaman membuat berita yang tidak sebatas website namun dilengkapi di media sosial, juga masa-masa bertahan sebelum berhasil memperoleh audiens loyal.

Disebutkan bahwa pengiklan kini tidak menanyakan traffic namun lebih ingin logo perusahaan terpampang dan mencari tahu secara detail tentang audiens dan komunitas yang relevan dengan produk mereka.

Dari website menjadi platform, selanjutnya dibuatkan event sehingga bisa didapat revenue baru sekaligus bisa dipetakan audiensnya. Jadi masa depan tidak ditentukan seberapa besar media namun kemampuan beradaptasi.

Penyelenggaraan LMS 2026 ini ‎didukung oleh ‎BRI (Bank Rakyat Indonesia), ‎PT Freeport Indonesia, ‎PLN, ‎Mandiri, ‎Astra International, ‎SKK Migas, ‎Pertamina Hulu Rokan, ‎Darya-Varia Laboratoria, ‎Gopay, ‎Gojek, ‎VinFast, ‎Telkom Indonesia, ‎Chandra Asri , ‎TRiNG! Pegadaian, ‎Adaro, ‎PNM (Permodalan Nasional Madani), ‎United Tractors (member of ASTRA), ‎Amartha, ‎Kara, serta Toffin, ‎Cimory, Frisian Flag, ‎Water, ‎Jus Antara, ‎Nusa Saji, ‎Glam Shine Cosmetics, ‎NutriSari, ‎Grateful Brownies, ‎Seto’ang, ‎Bangor, ‎LWU, ‎Kedai Kopitiam Royal, ‎dan Kemuning. (deden)