Kekeringan, Baznas Kuningan Salurkan 261 Ribu Liter Air Bersih di Wilayah Timur Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Kuningan mengakibatkan banyaknya warga kesulitan mendapatkan air bersih. Menyikapi kesulutan warga ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan turun tangan dengan cara menyalurkan air bersih ke warga yang terdampak kekeringan.

Ketua Baznas Kabupaten Kuningan H Yusron Kholid mengatakan sejak awal Agustus hingga akhir September ini, air bersih yang telah disalurkan mencapai 261 Ribu liter. Pendistribusian air terkonsentrasi di daerah daerah paling parah terdampak kekeringan.

“Distribusi tersebar di lima kecamatan wilayah Kuningan timur. Kecamatan Cimahi, Cibingbin, Cibeureum, Ciwaru dan Kecamatan Karangkancana. Sebaran desanya lebih dari sepuluh desa,” jelas Yusron, Kamis (1/10/2026).

Setiap kali pengiriman Baznas memggunakan armada dengan kapasitas tangki 9000 liter air bersih. “Ada satu desa yang kami kirim lebih dari 1 kali. Karena memang mereka membutuhkan. Sumur sumur mereka telah kering. Mata air juga sama,” tandas Yusron.

Mantan kepala kantor Agama Kabupaten Kuningan ini juga menambahlan pendistribusian ratusan ribu liter air bersih ini bagian dari program Baznas.

“Kami hadir memang untuk membantu bagi yang membutuhkan. Ini ada yg dari Baznas RI ada juga dari Baznas Jawa Barat. Tapi tetap semuanya dari para Muzaki-masyarakat pemberi zakat,” tambah Yusron.

Sementara, Wakil ketua II bidang pendistribusian dan Pendayagunaan Asep Z. Fauzi mengatakan program pendistribusian air bersih masih akan terus dilakukan.

“Hari ini Kamis 1 Oktober ada juga pendistribusian ke Desa Gunung Sari kecamatan Cimahi. Untuk prioritas desa memang yang paling membutuhkan,” ujar Asep.

Terpisah, salah seorang warga Kawungsari Asep Markus mengatakan pendistribusian air dari Baznas ini sangat membantu masyarakat. Karena menurut pengakuannya, sejak musim kemarau warga khususnya di desa Kawungsari sangat kesulitan air bersih.

“Biasanya kami beli air isi ulang. Satu galon tiga sampai lima tibu. Bisa dibayangkan pengeluaran kami. Sedangkan kebutuhan air kan kebituhan pokok. Dengan adanya banyuan air bersih dari Baznas kami merasa sangat terbayu,” terangnya. (eki)