KUNINGAN (MASS) – Menjadi seorang ayah bukan sekadar memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menghadirkan waktu, perhatian, dan keteladanan bagi anak. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Ayah yang digelar Forum Ayah Kuningan di Wisma Permata, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung siang hari ini diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengantar dari Ketua Forum Ayah Kuningan, Dr. Insan Nulyaman, M.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan keynote speaker yang disampaikan Dr. KH. Surahman Hidayat, M.A.
Memasuki sesi utama, peserta mengikuti diskusi panel/seminar dengan menghadirkan sejumlah narasumber. KH. Imam Nur Suharno, S.Pd., S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Kadiv Humas dan Dakwah, menyampaikan materi bertajuk “Ayah: Luangkan Waktu, Sebelum Waktu Merenggutnya.”
Materi ini mengajak para ayah untuk menyadari bahwa waktu bersama anak merupakan kesempatan berharga yang tidak selalu dapat diulang. Imam mengangkat kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai salah satu teladan dalam menjalankan peran di keluarga. Rasulullah SAW tidak hanya menjadi pemimpin umat, tetapi juga hadir dalam kehidupan keluarganya dan terlibat dalam pekerjaan rumah.
Menurutnya, kehadiran ayah dalam kehidupan anak tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pemberian materi. Ada waktu-waktu sederhana yang justru memiliki nilai besar dalam membangun kedekatan sekaligus membentuk karakter anak.
Ia kemudian mengenalkan tiga waktu emas ayah bersama anak, yakni waktu untuk mendengarkan, waktu untuk mentadabburi alam bersama, dan waktu untuk berdoa.
“Anak belajar banyak hal bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari sosok ayah,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Imam.
Sesi seminar juga menghadirkan Dr. H. Ugin Lugina, M.Pd. yang membawakan materi “Problem Solving: Peran Ayah dalam Perspektif Islam.” Sementara diskusi panel dipandu oleh Ari Mohamad Ridwan, M.M.
Seminar ini menjadi ruang refleksi bagi para ayah untuk kembali melihat perannya di tengah kesibukan. Sebab, waktu terus berjalan, sementara masa tumbuh kembang anak memiliki batas. Karena itu, sebelum kesempatan tersebut berlalu, ayah perlu memilih untuk hadir, mendengarkan, membersamai, dan mendoakan anak-anaknya. (deden/AB)