BGN Siapkan Aplikasi Mirip “Gofood”, Sekolah Bisa Nilai Kualitas MBG

JAKARTA (MASS) – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan mekanisme baru untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kepala sekolah nantinya dapat menilai langsung layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus menyampaikan catatan apabila ditemukan persoalan dalam pelaksanaan program.

Sistem ini memungkinkan sekolah memberikan penilaian terhadap sejumlah aspek layanan, seperti kualitas menu dan ketepatan waktu pengiriman makanan. Masukan dari sekolah akan menjadi salah satu jalur bagi BGN untuk mengetahui kondisi pelaksanaan MBG secara langsung di lapangan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, aplikasi yang tengah disiapkan akan dibuat dengan mekanisme sederhana, menyerupai sistem rating pada layanan transportasi daring dan pesan-antar makanan. Kepala sekolah dapat memberikan bintang sekaligus menuliskan catatan mengenai layanan SPPG yang melayani sekolah mereka.

“Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu,” ujar Sudaryono dalam Kick Off Webinar Literasi bagi Kepala Sekolah, Selasa (15/9/2026). Dikutip dari bgn.go.id.

Ia menilai keberadaan kanal itu penting karena sekolah menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan penyelenggara MBG sekaligus melihat pelayanan yang diterima peserta didik.

Keluhan yang disampaikan sekolah nantinya tidak hanya berkaitan dengan kualitas makanan. Persoalan seperti keterlambatan distribusi maupun ketidaksesuaian layanan juga dapat dicatat melalui sistem tersebut.

“Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang, kemudian dikasih catatan,” tuturnya.

BGN juga membuka jalur pelaporan langsung bagi kepala sekolah apabila persoalan di tingkat SPPG tidak kunjung mendapatkan penyelesaian. Sudaryono meminta pihak sekolah tidak ragu menyampaikan laporan.

“Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut,” ucapnya.

Sudaryono mengatakan BGN akan menindaklanjuti laporan yang berkaitan dengan standar layanan maupun keamanan pangan.

“Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami,” katanya.

“Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Dengan mekanisme ini, BGN berharap konektivitas tersebut dapat langsung menindaklanjuti setiap masalah maupun keluhan terkait pelaksanaan MBG di sekolah. (didin)