CIREBON (MASS) – Memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada bulan September, PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cirebon terus memperkuat keandalan sistem transmisi melalui inovasi Lightning Command Center (LCC) dan Flame Line Aerial Retrieval Equipment (FLARE). Kedua inovasi tersebut dikembangkan untuk mempercepat deteksi, mitigasi, dan penanganan potensi gangguan sehingga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan semakin terjaga.
Manager PLN UPT Cirebon, Andi Setiawan, mengatakan bahwa inovasi di sisi transmisi merupakan bagian penting dari upaya PLN memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
“Setiap inovasi yang kami kembangkan harus bermuara pada peningkatan keandalan listrik. Dengan jaringan transmisi yang semakin tangguh, pelanggan dapat menikmati pasokan listrik yang lebih berkualitas, stabil, dan minim gangguan,” ujar Andi.
LCC (Lightning Command Center) merupakan sistem cerdas berbasis web terintegrasi yang mampu memantau sambaran petir secara real-time dengan mengintegrasikan data sambaran petir dan data aset jaringan. Inovasi ini mempercepat proses validasi gangguan hingga 31,6 menit, mendukung analisis historis dan pemetaan aset berisiko, serta dilengkapi Early Warning System untuk meningkatkan keselamatan petugas.
Melalui pendekatan dynamic risk assessment, LCC mendorong transformasi pemeliharaan jaringan transmisi menjadi lebih presisi dan berbasis risiko, sehingga proses investigasi, pengambilan keputusan, serta penentuan prioritas pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, FLARE merupakan perangkat pembakar benda asing yang dirancang ringan dan portabel serta dapat dioperasikan menggunakan drone. Inovasi ini dikembangkan untuk menangani gangguan akibat benda asing seperti layang-layang, plastik, aluminium foil, balon, maupun sarang tawon pada jaringan transmisi.

Penggunaan FLARE mampu memangkas waktu penanganan dari sekitar 280 menit menjadi 35 menit, atau meningkatkan efisiensi waktu sebesar 87,5 persen. Respons yang lebih cepat tersebut turut mengurangi potensi gangguan dan risiko padam pada sistem transmisi.
Kedua inovasi tersebut menunjukkan bagaimana teknologi dimanfaatkan PLN UPT Cirebon untuk menjawab persoalan operasional secara nyata. LCC berperan dalam mendeteksi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko, sementara FLARE mendukung tindakan penanganan gangguan secara cepat dan efisien.
Peringatan Hari Pelanggan Nasional tahun ini, kata Andi Setiawan, menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan PLN tidak berhenti pada seberapa cepat pelanggan mendapatkan layanan ketika terjadi gangguan. Kualitas pelayanan juga ditentukan oleh seberapa kuat PLN mencegah gangguan sebelum dirasakan pelanggan.
Melalui inovasi yang dilakukan dari sisi hulu sistem ketenagalistrikan seperti LCC dan FLARE, PLN UPT Cirebon terus membangun sistem transmisi yang lebih adaptif, responsif, berbasis data, dan efisien. Pada akhirnya, keberhasilan inovasi tersebut bukan hanya diukur dari kecanggihan teknologi atau efisiensi biaya dan waktu, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat: listrik yang terus mengalir, lebih andal, berkualitas, dan semakin minim padam.
“Karena di balik listrik yang andal, ada inovasi yang bekerja untuk memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” pungkasnya di akhir. (eki/AB)